• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Bagaimana?

Apakah kau membenciku sejak kita pertama kali bertemu?

Kedatanganku yang tiba-tiba mengusik ketenangan hidupmu

Padahal kau sempat tertawa jenaka 

Menganggap aku tidak akan menemuimu.

Karena kedatanganku hidupmu yang dulu bebas 

kini terbatas

Kau pasti menyalahkanku,

Menyuruhku cepat pergi bukan?

Tanpa kau sadari 

Ada perubahan besar terjadi

Meski ada harga yang harus dibayar.

Seperti pelangi hadir setelah hujan

Atau terang muncul di tengah kegelapan

Kehadiranku pun membawa sesuatu

Tak kah kau lihat alam semakin hijau?

Udara semakin bersih

Hewan liar bercanda sambil berjemur

Bahkan keterasinganmu menjadi ikatan

Meski ada juga hubungan yang merenggang

Perjuangan tubuh demi bertahan

Bagaimana masih betah denganku?

Kau menyuruhku pergi tanpa usaha

Padahal jika kau bertekad

Kau dapat segera mengusirku

Tapi sepertinya sulit bagimu

Karena tak cukup hanya dirimu

Ingat tidak ada akibat tanpa sebab

Jadi kini

Apakah kau tahu

Alasan aku hadir?


-Corona-




Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Hai Semua,

Apa Kabar?

Hari ke-27 tantangan 30 Hari Menulis Cerita Bersama KUBBU. Kali ini temanya adalah " Surat Untuk Seseorang". Ingat surat ingat jama dulu. Masa kecilku dimana surat masih menjadi salah satu sarana komunikasi terpenting. Apalagi ketika terpisah jarak jauh. Berbeda dengan saat ini dimana segala jarak serasa ada digenggaman tangan.

Selain karena jarak, surat juga biasanya dibuat untuk seseorang yang disayangi, atau ada hal penting lainnya. Bahkan surat dipakai untuk mengungkapkan isi hati seseorang kepada dambaan hatinya. Istilahnya sekarang 'nembak'. 

Kalau aku sendiri, belum pernah menulis surat untuk seseorang. Ya mentok di surat ijin sakit lah. Hahaha. Tapi aku pernah membaca surat kakakku yang dikirim dari seseorang yang menyukainya. Waktu itu aku masih SD. Aku cuma senyam-senyum bacanya, meski enggak paham.

Kembali ke masa kini, rasanya orang sudah sangat jarang menulis surat.  Kemajuan teknologi sudah menggilas sesuatu yang estetik ini. Iyalahh sekarang kalau sekadar chat WA bisa dihapus. Kalau surat kan bisa disimpan. Cuma malas juga menulis dan mengirimnya.

Oleh karena itu di kesempatan kali ini, aku akan menulis surat untuk seseorang. Seseorang yang aku sukai. Bilang saja ini cara aku nembak dia. Karena sepertinya aku tidak akan sanggup mengatakannya secara langsung.


Dear Cancer,

Apa kabar?

Aku harap kamu baik-baik saja. Enggak terasa ya sudah hampir 2 tahun sejak pertemuan pertama kita. Aku yang awalnya biasa saja melihatmu, perlahan jadi salah tingkah setelah bersama beberapa hari karena trip kita bersama.

Aku juga enggak tahu kenapa, tapi aku rasa kamu mendekati sosok yang aku impikan. Lembut tapi kocak. Cuek tapi perhatian.  Hal yang paling aku suka karena kamu enak diajak ngobrol, seakan kamu tahu semua hal tentang dunia ini.

Meski aku tahu mungkin sikap ini memang kamu lakukan kepada semua orang. Akunya saja jadi gede rasa. Tapi aku pikir ini bukan masalah karena setelah kita kembali ke tempat masing-masing rasa ini juga akan lenyap dengan sendirinya.

Aku salah. Rasa sukaku semakin besar ketika tahu dari sosmedmu dimana kamu menyempatkan diri mengajar anak-anak gelandangan sebagai rutinitasmu tiap dua minggu sekali. Makin bertambah kekagumanku padamu. Mungkinkah kamu jodohku?

Selain itu aku pun selalu mengikuti keseharianmu melalui storymu. Awalnya aku memberanikan diri untuk merespons storymu. Bentuk upayaku mendekatimu. Seperti biasa kamu selalu baik. Mungkin kamu enggak tahu, perlu waktu lama disertai hati gugup tiap kali mau membalas responsmu. Aku takut kamu ilfeel.

Hatiku berbunga-bunga tiap tahu kamu melihat storyku. Rasanya aku tidak peduli tak ada yang melihat storyku asalkan kamu melihatnya. Lagi-lagi ini caraku untuk menarik perhatianmu. Siapa tahu ada percakapan tercipta karenanya.

Awal-awal kita masih saling menyapa. Cuma aku rasa, sepertinya aku yang lebih rajin melihat storymu. Kamu enggak tahu kan dongkolnya aku tiap kamu absen melihat storyku. Jadi kadang aku sengaja menahan diri untuk tidak membuka storymu. Padahal aku penasaran setengah mati. 

Akupun mendoakanmu di malam-malamku. Kadang membayangkan kamu jadi milikku. Tapi di sisi lain aku berusaha bersikap realistis. Harusnya kalau kamu suka ada inisiatif juga dari kamu. Karena menurutku hubungan harus dimulai dari dua arah. Aku mencoba berpikir logis.

Akhirnya aku memutuskan mau mulai melupakanmu. Karena sepertinya rasa ini hanya berkembang di hatiku. Sampai beberapa saat lalu dari storymu tersirat kau sudah memiliki tambatan hati. Meski ini baru makna tersirat tanpa bukti foto kau dengannya. Namun tetap saja aku patah hati.

Sampai sekarang aku belum tahu kepastiannya. Namun aku masih tetap berharap kalau kamu itu jodohku. Meski kamu bukan aries maupun aquarius.

Jadi sebenarnya kamu sudah ada yang punya belum?


-Arian yang galau-

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

 What's Up!

How's your Life?


 *HARI KE-20* 

~~~~~


Tema: _“Cerpen Tentang Aku”_

"Tema kali ini sangat menantang. Karena kalian *diwajibkan* menulis cerpen dengan menyisipkan kalimat di bawah ini. "👇🏼 

Demikianlah isi whatsapp yang kubuka pagi ini dari grup 30 Hari Menulis Cerita Bersama KUBBU. Ya sudah kita coba saja.

Hari ini aku terbangun dari tidur nyenyakku. Ya cuaca beberapa hari ini sangat dingin, mengundang hawa kantuk yang membuat aku malas beranjak. Seperti biasa aku langsung cuci muka dan menggosok gigi. Aku langsung pusing teringat yang aku tulis untuk 30 Hari Menulis Cerita. Semua tema yang diberikan tiap hari rasanya memaksa otakku bekerja lebih keras. Tak lama aku mendengar suara kucing. Hemm sepertinya dia kelaparan setelah berkelana mencari pasangannya. Teringat ada sisa ikan semalam aku memberi makan kucingku.  Semua beres aku keluar kontrakan dengan tergesa-gesa. Aku terlambat.

Kemudian aku bergegas naik KRL jurusan kota. Sebelum naik aku sempat melihat remaja yang sedang menunggu KRL juga sembari mengaduk nasi dalam piring yang dipenuhi indomie. Dasar aku, selalu ngiler lihat indomie. Perutku keroncongan.

Tidak lama kemudian datanglah kereta yang aku naiki. Berdiri aku melihat pemandangan keluar. Tampak monas dari kejauhan. Nun jauh disana, Menara Eiffel berdiri tegak. Iya di bayanganku, yang ingin sekali bisa merasakan suasana romantis bersama belahan hati. Lamunan itu buyar seiring keluarnya suara perut yang protes minta diisi. Syukur lah di dekat stasiun banyak yang menjual makanan ringan.

Seharian kerja, akhirnya waktunya waktu yang ditunggu tiba. Waktu pulang kantor. Rasanya ingin segera sampai rumah. Hari ini band kesukaanku akan melakukan live streaming. Sebagai pelipur hati karena tahu ternyata gebetanku sudah punya pacar. Lebih baik aku fokus sama oppa-oppa koreaku. Sebenarnya bisa menonton lewat handphone, tapi karena terburu-buru aku lupa membawa charger. Sekarang hapeku mati. Tinggal beberapa menit menjelang live streaming, aku buru-buru membuka pagar dan berlarinke kamar. Lalu aku menyalakan lampu. Ya ampun enggak nyala. Aku coba lagi. Arrrggh aku menjerit ketika menyadari bahwa token listrik sudah habis.

-MRS-


Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

 Selamat Siang,

Apa Kabar?

Memasuki hari ke-26 tantangan 30 Hari Menulis Cerita bersama KUBBU. Kali ini temanya tentang "hadiah". Semalam ketika tema ini diberikan aku masih bingung mau menulis tentang apa. Aku mengingat-ingat tentang hadiah yang pernah aku dapatkan dari orang lain atau hadiah apa yang pernah aku berikan untuk orang lain.

Aku teringat ketika dulu SMP banyak mendapat jam beker saat ulang tahun karena aku sering terlambat. Ketika SMA aku mendapat banyak buku karena temanku tahu aku suka membaca. Ketika masuk kuliah, aku mendapat Alkitab dari pendetaku gerejaku. Dan masih banyak hadiah-hadiah lainnya. 

Demikian juga ketika aku memberi hadiah kepada orang lain. Entah itu berupa makanan, barang dan lain sebagainya. Lalu aku berpikir keras, apa ya hadiah paling berkesan yang aku pernah terima? Apa ya hadiah yang paling berkesan untuk orang lain dari pemberianku?

Bukan tidak menghargainya, tapi semuanya seperti hal yang biasa saja. Hal yang wajar diterima dan diberikan.

Hingga tadi pagi aku menerima kiriman foto dari adikku yang berada di Jerman. Dia mengirimkan foto-foto indah tempat dia observasi. Lalu aku menanyakan kabar dan lainnya.

Lalu terbersit kekuatiran di hatiku..." hemm, dia baik-baik aja enggak ya di sana?" Apa dia makan dengan baik di sana?" Kekuatiran seorang kakak terhadap adiknya. Padahal mah ya sudah pasti dia bisa mengurus dirinya sendiri. Tapi mungkin karena terpisah jarak yang jauh rasa kekuatiran itu lebih besar. Padahal aku tipikal orang yang cuek.

Berangkat dari hal ini aku sadar satu hal. Ternyata keluargaku adalah hadiah paling berharga yang Tuhan kasih ke aku. Aku bersyukur sekali dilahirkan di keluargaku yang sekarang. Aku bersyukur jadi anaknya bapak Sihotang dan ibu Sianturi. Aku bersyukur memiliki dua kakak perempuan, satu abang, satu kembaran dan satu adik lelaki. 

Pernyataan ini enggak muncul dengan mudahnya. Dibutuhkan waktu, percakapan, pertengkaran dan kebersamaan setelah sekian tahun. Jangan salah waktu kecil aku pernah berpikir kalau aku nanti dilahirkan kembali, aku enggak mau dilahirkan di tengah keluarga ini lagi. Jadi untuk sampai di tahap sekarang ada proses yang harus aku lalui. Karena memang mungkin keluarga adalah orang terdekat, tapi justru ada banyak rahasia di dalamnya.

Sampai saat inipun kehidupan sehari-hari kami tidak selalu baik-baik saja. Ada saja hal yang didebatkan. Tapi entah kenapa setiap berpisah ada kesedihan dan kekuatiran tersendiri.

Berbicara tentang hadiah aku jadi ingat, kalau bahasa inggrisnya hadiah itu present yang juga bermakna kehadiran. Jadi aku rasa kehadiran keluargaku di dalam hidupku adalah hadiah  yang sangat aku syukuri. 

Kehadiran satu sama lain pun sangat aku syukuri. Meski kini kamu tinggal terpisah, tapi aku percaya kehadiran kami bisa dirasakan melalui doa satu sama lain.

Belum lama ini kami staycation bersama untuk melepas kepergian si bungsu. Kebersamaan inipun menjadi moment kebersamaan kami. Meski kadang aku berpikir, kapan ya kami bisa berkumpul dengan keluarga 'baru' kami masing-masing.

Tapi di sisi lain aku bersyukur, karena kalau kami sudah memiliki keluarga 'baru' masing-masing mungkin kami tidak memiliki kesempatan seperti itu. Ya mungkin ini cara Tuhan agar kami lebih memaknai arti keluarga. Sehingga nantinya siap membentuk keluarga.

Membentuk keluarga yang akan menjadi hadiah terindah untuk anak-anak kami kelak. Bukan justru menjadi mimpi buruk. Karena keluarga adalah hadiah terbaik dari Tuhan kepada umat-Nya.

Sama seperti ketika kita menerima hadiah pada umumnya. Respons kita terhadap hadiah itu bermacam-macam. Ada yang mensyukurinya dengan sangat dalam. Ada juga yang merasa itu sudah sepantasnya. Jadi apa responsmu ketika menerima hadiah dari Tuhan ini?


With Love,

-MRS-




Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Hai semua,

Apa Kabar?


Memasuki hari ke-25 tantangan 30 Hari Menulis Cerita bersama KUBBU. Seperti biasanya temanya bikin aku berpikir cukup lama. Akhirnya aku mengingat ada satu kisah yang memang aku ingin tulis, cuma terhalang enggan. Kali ini aku memberanikan diri untuk menulisnya. Bukan tentang aku, tapi salah satu orang yang aku kenal. Sebut saja dia cantik.

Seperti namanya, wanita ini memiliki paras yang cantik. Tinggi semampai dan tubuh yang didambakan banyak wanita. Padahal usianya hampir menginjak kepala empat, tapi wajahnya masih terlihat seperti 30 tahun. 

Saat ini dia tinggal bersama suaminya yang ke-tiga. Dua suami sebelumnya menceraikan dia karena satu dan lain hal. Suaminya yang sekarangpun memiliki tampang dan rupa yang lumayan. Namun, layaknya seorang lelaki yang menjadi tulang punggung keluarga, justru si cantik yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Syukurnya sang suami masih mau membantu pekerjaan rumah sehari-hari di kala istrinya bekerja. 

Mereka saling menerima satu sama lain kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hubungan mereka bertahan cukup lama meski belum dikarunia anak walau sudah cukup lama menikah. Semua terlihat baik-baik saja.

Lalu perlahan-lahan semua berubah sejak kejadian tabrak lari. Jadi subuh itu mereka hendak ke pasar. Mungkin karena masih gelap mereka menabrak seorang wanita paruh baya yang sedang berada di pinggir jalan. Harusnya mereka berhenti dan membantu si nenek. Tapi mereka justru kabur ketakutan. Semuanya tertutupi sampai ada saksi mata yang melihat.

Singkat cerita, suaminya harus mendekam di penjara untuk beberapa bulan. Serta harus membayar ganti rugi yang tidak sedikit. Belum lagi biaya ini itu. Si cantik tetap setia mendampingi suaminya.

Namun entah bagaimana tersiar kabar angin yang mengatakan bahwa si suami sempat dikunjungi wanita lain, yaitu selingkuhannya. Kabar ini menyebar di seluruh desa. Tapi entahlah si cantik seperti tak mendengarnya. Si cantik tetap rajin mengunjugi si suami dengan membawakan masakannya yang enak.

Akhirnya si suami bebas. Mereka menjalani kehidupan seperti biasa. Tapi lagi-lagi ada kabar buruk. Si suami didapati sedang kumpul kebo dengan wanita di desa lain. Beruntung bagi si suami tidak sampai diarak. Dia hanya dilarang untuk  memasuki desa tersebut. Lagi-lagi si cantik seperti tuli. Mempunyai telinga tapi tak mendengar.

Seolah belum puas dengan tingkahnya, si suami kembali berulah. Kali ini dia berusaha melakukan pelecehan terhadap anak remaja yang adalah keponakannya sendiri. 

Kali ini si cantik bisa mendengarnya. Namun bukannya membujuk suaminya mengakui kesalahannya dan menerima hukuman yang harusnya ditanggung. Dengan tidak tahu malu si cantik justru memohon maaf dan meminta pengampunan dari pihak keluarga korban. Sayangnya, karena kasihan dan memikirkan rasa persaudaraan, sang ibu korban setuju selama si suami tidak lagi mendekati keluarga mereka.

Banyak nasihat yang diberikan kepada si cantik. Dari nasihat biasa sampai nasihat untuk meninggalkan suaminya sebagai bentuk upaya si suami bisa berubah. Sayang, si cantik tetap kekeuh membela suaminya.

Alasannya adalah dia takut dan malu untuk kali ketiga menjadi janda. Dia terlalu takut dicap sebagai wanita tidak beres. Wanita gagal. Janda sial.  Sedangkan suami yang tahu hal ini, menjadi besar kepala karena yakin si cantik tak akan meninggalkannya meski dia telah melakukan banyak hal buruk.

Hai wanita dengar! Mari hargai dirimu sendiri. Tidak perlu pengakuan orang. Mari jadi wanita mandiri. Sendiri tak apa asal bahagia. Daripada berdua tapi tidak bisa tertawa. 

Hai lelaki camkan! hargai wanita yang tulus mencintaimu. Kodratmu sebagai imam itu untuk melindungi bukannya menyakiti.


-MRS-

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Hai Guys,

Apa Kabar?

Memasuki hari ke-24 tantangan 30 Hari Menulis Cerita bersama KUBBU kali ini temanya bebas. Boleh apa saja. Jadi aku mau menulis tentang tiga kebaikan yang aku terima, baik yang sudah lama atau yang baru-baru ini aku rasakan. Buat sebagai pengingat kalau perbuatan baik itu tidak mengenal batasan.

Tentu selain kisah ini, ada banyak pengalaman lain tentang kebaikan yang aku terima dari orang lain. Cuma hal ini sangat membekas karena posisinya aku sudah enggak tahu harus bagaimana lagi. Tanpa aku sadari semuanya berhubungan dengan kendaraan.

Kisah pertama, jadi waktu itu aku solo riding di Bromo dengan motor matic. Awalnya sewaktu aku tiba dan berjalan memasuki kawasan Bromo, semuanya berjalan mulus.  Bahkan sempat mengabadikan banyak foto. Tanpa aku sadari ternyata semakin siang maka debu yang menutupi permukaan tanah akan semakin tebal. Jadi deh aku terjebak beberapa kali di timbunan pasir. Semakin jauh ternyata semakin berat. Sampai sudah tidak bisa bergerak sama sekali. Sudah tidak tahu harus bagaimana, orang yang lewat pun sedikit. Berdoa dan pasrah, hanya itu yang bisa aku lakukan.

Sampai akhirnya ada dua orang pemuda naik motor matic juga. Mereka pun kesusahan untuk menjalankan motornya. Namun, ditengah kesulitan mereka, mereka masih mau membantu aku mengeluarkan motor dari timbunan pasir tebal. Akhirnya aku bisa melanjutkan perjalanan dengan perjuangan berat. Tapi paling enggak aku sudah selamat.

Untuk dua pemuda yang membantu aku, aku cuma bisa bilang terimakasih pada saat itu. Karena kami tidak berjumpa lagi karena sibuk dengan "perjuangan" masing-masing. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, kalau mereka cuek seperti yang lainnya dan terus berjalan tanpa membantu aku. Aku berdoa semoga mereka selalu diikuti kebaikan di setiap harinya dalam hidup mereka.

Kisah kedua, kali ini berhubungan dengan mobil. Jadi belum lama sesudah aku belajar nyetir, aku mencoba menyetir sendirian. Harusnya memang ada yang mendampingi. Tapi aku tidak punya teman yang bisa menyetir. Sedangkan masa kursus sudah habis.

Lalu ketika di lampu merah yang agak nanjak mobil aku mati. Jadi aku selalu terlambat menginjak gas atau kopling keburu dilepas. Jadi mobilnya bolak balik mati terus. Wah panik dong, akhirnya ada bapak-bapak yang mendekatiku. Untungnya dia tidak marah dan menawarkan bantuan. Akhirnya mobil aku dipinggirkan ke tempat yang lebih aman. 

Aku bersyukur bapak itu mau membantuku, dia bahkan sampai rela memberi waktunya untuk menolongku. Bayangkan saja, kalau dia bukannya menolong tapi justru marah-marah. Wah enggak ngerti deh gimana nasibku. Ya walau aku sadar aku juga salah. 

Kisah ketiga, kali ini bersama motor manual aka motor gigi. Jadi beberapa waktu yang lalu aku pernah ganti ban dalam. Tanpa aku sadari, jadi baut penutup rodanya itu sudah enggak ada pas aku naiki. Awalnya aku pikir apa banku kempes, tapi kan baru di ganti. Jadi aku tetap bawa motor seperti biasa. 

Makin dibawa makin aneh sampai akhirnya motorku oleng, syukurnya aku masih bisa banting stir ke arah pinggiran sehingga aku hanya menabrak bagian pinggir tanah yang lunak.

Aku bingung, aku cek aku pikir karena rantai motornya kendor. Pas aku mau coba bawa kembali ke jalan raya, motor terasa sangat berat. Enggak bisa jalan. Akhirnya aku hanya mengharapkan ada orang yang mau berhenti melihat keadaanku.

Beberapa waktu berlalu, belum ada yang membantu. Aku sambil berusaha mengangkat motor, tapi sangat berat. Akhirnya ada bapak ojek yang perawakannya sudah nampak tua, mungkin 60 tahun. Wah agak enggak enak aku. Si bapak dengan ramah bertanya ada apa dengan motorku dan aku jawab setahuku. 

Setelah di cek si bapak, ternyata baut penutup ban motornya yang hilang sehingga ban motor keluar dari As-nya ( kalau enggak salah tangkap ya). Setelah diperbaiki sebentar oleh si bapak, akhirnya motorku bisa kembali berjalan. Meski aku harus mendorong menuju bengkel terdekat.

Ketika mendorong motor, ada satu tanjakan kecil yang harus aku lewati. Dari kejauhan aku langsung lemas. Ya ampun jalan datar saja aku sudah engap apalagi tanjakan. Semakin mendekati tanjakan  tidak disangka ada bapak pemilik warung yang membantu mendorong motorku. Awalnya aku tolak, karena aku tidak mau merepotkan orang lain, tapi sebapak justru menjawab " Sudah enggak apa-apa, kasihan ini tanjakan..." Wow awalnya aku yang sudah badmood kembali bersemangat.

Aku bersyukur selalu dipertemukan dengan orang-orang baik ketika sedang menghadapi masalah dan kesulitan lainnya.  Hal inipun yang mendorong aku untuk terus rajin berbuat kebaikan. Paling enggak aku bisa membalas kebaikan yang aku terima dengan memberi kebaikan kepada orang lain. Meski mungkin untuk hal yang sepele.

Jadi ingat dulu sempat booming istilah "forward it " jadi ketika kamu menerima kebaikan, usahakan kamu membalasnya dengan kebaikan kepada yang lain. Jadi kebaikan itu tidak berhenti di kamu tapi justru semakin berkembang.

Jadi kebaikan apa yang sudah kamu terima dan berikan hari ini?

Have a bless weekend!

MRS

Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Hai Guys,

Anyyonghaseyo...

Tidak terasa sudah memasuki hari ke-22 tantangan 30 Hari Menulis Cerita bersama KUBBU. Temanya kali ini tentang "Harapan". Cukup sudah dua hari absen menulis. Makin ditunda akan makin malas diri ini. Beberapa hari ini aku tumben agak sibuk, jadi tidak fokus menulis karena memikirkan pekerjaan lain.

Entah kenapa bulan Oktober ini aku mendadak produktif. Yang biasanya bingung mau melakukan apa, tapi di bulan ke-10 ini aku justru merasa kekurangan waktu. Capek? Sudah pasti  tapi aku bahagia menjalaninya.

Ngomong-ngomong tentang kesibukan. Aku tengah belajar menjadi guru online bahasa korea. Bukan sekadar mau promosi, tapi hal ini berhubungan dengan impian yang miliki. Dimana impian ini menjadi salah satu harapanku yang ingin aku capai dalam hidupku. Yaitu aku ingin jago berbahasa korea. Sesimpel itu. 

Jadi dengan mengajar orang kain aku berupaya memakai bahasa yang sudah kupelajari. Harapanku, nantinya aku bisa tinggal di korea selama beberapa saat untuk memperlancar speakingku. Tapi hal ini tidaklah mudah kucapai karena biaya yang diperlukan cukup besar.

Entah kenapa obsesi aku bisa pergi ke Korea dan bisa tinggal di sana cukup besar. Bahkan keinginan pergi ke Korea ini yang dulu membuatku seperti salah langkah. Sampai berbohong kepada bapakku.

Jadi ceritanya awal tahun 2017 aku mendapat kabar aku diterima jadi dosen di kampus yang aku lamar. Tapi di saat bersamaan aku menerima kabar lain yang membuka peluang aku bisa pergi ke Korea. Tanpa pikir panjang aku menolak menjadi dosen dan memilih menggapai harapanku untuk bisa tinggal di Korea.

Sampai aku berbohong sama bapak. Ketika ditanya apakah aku diterima menjadi dosen atau tidak. Dan aku jawab tidak diterima. Bapak terlihat sangat sedih. Karena keinginannya melihat aku menjadi dosen. Waktu itu aku sedih juga saat melihat raut wajah bapak. Tapi langsung aku tangkis dengan pikiran bahwa pilihanku pasti akan membawa hal yang lebih baik.

Meski pada kenyataannya semua enggak berjalan lancar. Anganku yang ingin memberitahu bapak ketika impianku sudah terwujud nyatanya percuma ditutup dengan kepergian bapak. Ya belum sempat impian itu terwujud, bapak sudah harus pergi untuk selama-lamanya.

Karena kebohongan ini aku menyesal sekali. Aku menyesal kenapa aku harus berbohong. Bahkan bapak pergi tanpa tahu apa-apa. Satu bulan kepergian bapak hatiku hancur. Memikirkan kebodohan yang aku lakukan. Ya Tuhan ingat kejadian ini aku jadi mewek.

Namun hidup harus berjalan. Aku percaya meskipun bapak enggak tahu kenyataannya bapak akan tetap bangga padaku. Aku kembali menata hidup, awalnya enggak mau berhubungan dengan impianku ke Korea, tapi di lain sisi aku berpikir, aku sudah memulainya. Maka aku harus mengakhirinya dengan baik.

Jadi harapan aku bisa merasakan hidup di Korea tetap aku perjuangkan. Ya meski enggak senekad dulu. Kadangpun aku lupa hal ini. Karena aku mau realistis. Oleh karena itu sebagai pengingat, aku membuat channel Youtube bahasa Korea. Terbaru aku buka kelas bahasa Korea online. 

Ya aku berharap aku bisa memenuhi harapanku ini. Jadi aku bisa membayar lunas hutang janjiku kepada bapak. Amin.

사랑해 아빠요,

너의딸




Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Newer Posts
Older Posts

Kubbu

Kubbu Network

http://kubbu.net/

https://kubbu.net/wp-content/uploads/2019/06/logo-kubbu-komunitas-blogger-dan-buku-300x225.jpg

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • Agustus 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Maret 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Oktober 2020 (30)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (4)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Agustus 2019 (3)
  • Juli 2019 (4)
  • Juni 2019 (5)
  • Mei 2019 (4)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (5)
  • Februari 2019 (3)
  • Januari 2019 (4)
  • November 2018 (3)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (3)
  • Juli 2018 (4)
  • Juni 2018 (3)
  • Mei 2018 (3)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (8)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (11)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (4)
  • September 2017 (1)
  • Agustus 2017 (8)
  • Juli 2017 (4)
  • Juni 2017 (2)

Created with by ThemeXpose