• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Hai Guys,,,
How's Your Life?


" Life is short and the world is wide" 

-Anonym-



Kali ini mau cerita dikit tentang Rammang-rammang, kenapa dikit...soalnya memang maen kesini itu sebentar doang karena memanfaatkan waktu transit dari Kendari menuju Jakarta. Udah baca dong perjalanan saya explore  Labengki dan Sombori.

Oke...sebenernya niatan ke rammang-rammang ini dadakan banget, karena rencana saya itu mau sekedar wisata kulineran aja. Tak disangka dapet temen baru yang couplean, Young dan Titis yang ketemu di bandara dan  Ka Pebri, yang bareng trip labengki yang mau maen ke rammang-rammang, ya udah dehh akhirnya saya ikut-ikutan. Hehehehhee.



Btw, Rammang-rammang itu tempat apa sih? Rammang-rammang dalam bahasa Makkasar memiliki arti sekumpulan awan atau kabut. Dinamai begitu karena seringnya tempat tersebut ditutupi awan/kabut pada pagi hari atau saat turun hujan.

Perjalanan menuju rammang-rammang sekitar 2 jam pake mobil, begitu memasuki kawasan rammang-rammang, saya tak henti-hentinya berdecak kagum. Dan lagi-lagi berasa aneh di negeri sendiri...dalam hati gumam "serius ini di Indonesia?"...ahh selalu dehh kata-kata ini yang terlintas dipikiran saya, hal ini nunjukin betapa saya masih belum tahu apa-apa tentang ibu pertiwi. Hikss...



Sesampainya di tempat parkir, saya dan 3 temen saya pun menuju dermaga. Mempertimbangkan waktu kami yang terbatas, kami memutuskan untuk langsung menuju desa Berua. Ada beberapa wisata lainnya, namun kata temen saya, desa Berua adalah yang paling wajib didatangi. Kami pun membeli tiket perahu seharga 200ribu untuk ber-4. Menyusuri sungai kamipun disuguhi gugusan karst gagah, hutan daun nipah dan tanaman bakau air tawar. Tentu saja kami tak lupa mengabadikannya lewat layar kamera.

Jarak dari dermaga menuju kampung Berua ga terlalu jauh, atau saking bagusnya view yang ada mangkanya ga terasa ya, hehhehe. Begitu masuk, kami pun membeli tiket masuk sebesar Rp. 5 ,000,- dan kami dipandu abang perahu untuk mengeksplor desa Berau.



Ada beberapa spot, tujuan pertama kami adalah Goa berlian. Untuk masuk sini, kita bakalan dipandu seorang guide dengan tiket sebesar Rp. 10,000. Katanya bisa masuk ke dalam dan liat kolam dalam goa, tapi jauh banget dan perlu waktu yang lama, so kami cari alternatif langsung liat goa berliannya langsung aja. 

Memasuki mulut goa, ada beberapa bentuk stalaktit yang membentuk bentuk-bentuk fenomenal. Sebut aja ada yang mirip patung ganesha, dan ada yang mirip seperti seorang ibu yang sedang menggendong anaknya.


Untuk melihat goa berliannya, kita harus naek tangga dan menyempil di antara bebatuan gitu..aselii ini seru banget sih. Yang bikin penasaran itu kan ada celah goa yang sempit banget, katanya orang yang big size juga bisa masuk, tapi saya bingung apa mungkin bisa ya. Soalnya kecil banget sih celahnya.



Ruangan  stalaktit yang dihiasi berlian cukup kecil, hanya muat untuk 4-5 orang aja. Jadi kami hanya sebentar melihat dan mengambil bukti lewat kamera. Oh ya, kalo ditanya soal bener ga nya itu beneran asli, saya kurang paham ya guys. Soalnya kemungkinan itu cuma efek kalsid yang dikandung bebatuan. Mba guidenya sih bilang itu berlian asli, saya mahh manggut-manggut aja. 

Setelah itu kami pun keluar goa dan melanjutkan perjalanan menuju mata air goasikki berlian. Jaraknya ga terlalu jauh, cuma waktu itu memang tepat yang 12 siang jadi berasa capek dan panas banget. Tapi tenang, ada warga sekitar yang menjajakan kelapa muda segar kog, jadi bisa banget minum kelapa muda segar sambil menikmati view yang super ketjeh.





Setelah sejenak melepaskan lelah, tidak terasa waktu semakin siang. Kami harus segera kembali ke bandara, karena sebelum ke bandara kami akan mampir ke toko oleh-oleh terlebih dahulu. Ahh rasanya masih pengen lebih lama menikmati keindahan gugusan karst yang terbesar ketiga di dunia ini setelah china dan vietnam. 

Dalam perjalanan pulang, saya dan kak pebri, menyempatkan diri untuk foto-foto lagi. Jadi sepanjang jalan cari angle yang terbaik, hahahhahaa..ya mikirnya kapan lagi kan ke sini. Hehehehe.





Overall, Rammang-rammang bisa banget di masukin dalam itinerary kalian kalo lagi maen ke Makkasar, atau sekedar transit di bandara. Serius begitu masuk aja kalian bakalan langsung kaget dan pasti bergumam..." Serius ada beginian di Indonesia?"


Happy Reading, Segerakan Travelling!


With Love, 

MRS

Tonton juga videonya ya... 


















Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar
Hai Guys!
How's Your Life?


"Wherever You Go,Go with all Your Heart"- Confucius-



Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau terbesar ke-11 di dunia,Sulawesi, yang terkenal dengan keindahan lautnya. Saya memilih pulau Labengki yang ada di Sulawesi Tenggara dan pulau Sombori di Sulawesi Tengah. Tenang ini berdekatan kog jadi bisa dinikmati dalam waktu 3 Hari 2 Malam.  (Lagi-lagi) saya pergi bareng rombongan Backpacker Jakarta (BPJ). Perjalanan yang dilakukan tanggal 27-29 Juli ini diikuti oleh sekitar 24 peserta. (ehh berapa ya...kira-kira segitu lahh...hehhehehe).

Oke kita mulai yukk..

HARI PERTAMA

Meeting point dilakukan di Bandara Haluoleo, Kendari. Berhubung banyak yang sepesawat jadinya kami udah mulai kenalan satu sama lain waktu di Bandara Soetta. Tiba di Bandara Haluoleo ada deramah singkat mengenai penjemputan, tapi tenang semua deramah itu terselesaikan atas bantuan tante gaul, Tante Merry, yang ternyata adalah mom nya temen saya pas trip ke Labuan Bajo. 

Kenapa saya harus nulis ini? Ga usah diurai tentang kejadian apa yang terjadi ya, yang pasti saya terkesan banget sihh liat si tante dengan santainya nelpon yang dia kenal blaahh..blahhh..blahh...hingga akhirnya kami bisa naik kendaraan yang mengantar kami menuju pelabuhan. LOL

Oh ya, jalan menuju pelabuhan itu berkelok-kelok, bikin mual tapi demi sebuah pulau indah why not lah..
Meeting point....foto dulu dong..
Sampe di pelabuhan, kami istirahat sejenak dan sarapan dulu biar kuat ngadepin dia karena perjalanan kapal akan memakan waktu sekitar 3-4 jam tergantung cuaca. Dan perjalanan pun dimulai...

Setelah dimain-mainkan ombak dan rada budeg efek mesin kapal yang keras, akhirnya kami tiba di dermaga Pulau Labengki Kecil, begitu liat pemandangan yang ada...aseli mau nangiss..seriuss seindah itu...huwaaaa...air jernih di bawah dermaga, dilatari barisan warna-warni rumah warga, bukit-bukit menjulang di seberang pulau di bawah langit yang cerah pake banget bikin siang itu jadi luar biasa indah.


Liat anak ini berani banget lompat kayak gitu..saya aja mikir pake banget...haduuhhh

Ketika memasuki desa kecil ini kita bakalan disambut dengan suasana yang nyaman banget. Jadi di sepanjang jalan menuju penginapan, kiri-kanan itu ada pohon kelapa terus rumahnya warna-warni gemesh dan bersih banget. Ga ketinggalan penduduk yang ramah dan anak-anak yang lucu-lucu banget!
Suerrr...sampai saat ini, ini desa tergemashhh yang pernah saya liat....
Terus waktu masuk ke penginapan, saya masih dikagetkan dengan view yang ada di belakang rumah. What is it? Lautan bening dengan bukit cantik di belakangnya...omaigattt!! seriuss saya ga ada ekspektasi tinggi sihh tentang liburan gaya backpacker but seriously this is too much for me...wahhgelasehhh...


Belakang homestay yang langsung ngadep ke lautan jernih...juarakk!

Gak berhenti sampe di situ, karena memang udah jam makan siang, ibu pemilik penginapan udah nyiapin makanan hasil laut buat kita dan tak lupa ada es buah yang seger banget...seingett itu saya ama makanannya..Hahhahaha. Wahh awal yang indah untuk memulai petualangan exploring Labengki-Sombori.

Pantai Sepanjang

Selesai makan siang dan beberes, maka kami menuju spot pertama hari itu, yaitu pantai Sepanjang. Dinamakan pantai sepanjang karena memiliki garis pantai yang panjang (ini beneran nanya ama guide yang nganter kita loh..). Jaraknya ga terlalu jauh dari penginapan. Sekitar 30 Menit udah sampe deh.

Selain garis pantainya yang panjang, satu khas dari pantai ini adalah banyaknya nyiur  melambai yang semakin mempercantik view di pantai ini. Saya dan rombonganpun mulai bergerak masing-masing. Saya sendiri memilih untuk menyusuri garis pantai. Selesai menyusuri garis pantai dan balik ke rombongan, ternyata mereka semua baru kelar foto pake drone...hikss sedihh saya ga ada. Ahh padahal pengen banyak punya foto hasil drone. Ya udah entar beli sendiri dronenya...Wkwkwkwkkwkw.

(Berhubung saya ga ada, saya ga aplod ya guys,,,soalnya ntr ribet permit ama yang punya foto...kwkwkk...ga deng aselinya sedihh aja karena saya ga ada disitu....)


jump..jump..jump...
Selanjutnya saya dan beberapa temenpun mulai snorkeling. Ada banyak bintang laut berukuran besar di sini, ehh tapi kudu hati-hati karena ada banyak banget bulu babinya juga. Sore itupun saya habiskan dengan snorkeling. Berhubung hari sudah semakin sore, kami pun bergegas pulang.

Air pun makin surut, sehingga temen-temen saya yang ada dipinggir pantai harus menuju ke tengah lautan untuk naik kapal, kurang beruntung karena ada beberapa temen yang terkena bulu babi, meskipun udah pake sendal, tapi tertusuk dari sisi-sisi samping. Beruntungnya saya ga perlu karena saya sendiri memang sedang berada di tengah laut. 

Malam hari pertama pun ditutup dengan sesi perkenalan satu sama lain. Ehh setelah sesi perkenalan ada sesi game Wolf...ini bisa banget sihh dimasukin dalam kegiatan karena bisa bikin lebih akrab atau membulli satu sama lain...wkwkkwkw. 

Malam pun tiba warga desa mulai tertidur lelap....


Malam perkenalan...blurrr gituu ya,,,hahahhaha
HARI KEDUA

Pagi hari kedua pun tiba warga desa terbangun dari tidurnya dan...

Menikmati Sunrise di Pantai Mercusuar

Harusnya sih liat sunrise di pinggir pantai yang ada mercusuarnya, hemmm..sebenernya ga tahu ini nama pantainya apaan, jadi saya namain aja Pantai Mercusuar. Hehehehee...tapi apa daya, ngantuk membuat saya beserta kedua roomate, Ka Dina dan Mimi terlelap dengan asiknya. But even telat, kami bertiga menyusul rombongan yang udah duluan ke sana, karena jaraknya memang deket banget dari penginapan, 10 menit jalan kaki lah. 


Akhirnya kesampean foto beginian...hhhehhehe.

Tiba di pinggir pantai liat kapal nelayan yang lagi nyandar, iseng foto dehh pake perahu itu. Meskipun langit agak mending, tapi tetep apik kog untuk foto ala-ala. 

Ketika hari mulai panas, kami kembali ke penginapan, siap-siap dan sarapan. Selanjutnya kami menuju dermaga untuk mendatangi tempat selanjutnya atau bisa dikatakan exploring Pulau Sombori yang ada yang secara administratif berada di Sulawesi Tengah, namun lebih dekat jika di tempuh melalui Sulawesi tenggara. So setelah menempuh perjalanan kurleb 2 jam kami pun tiba di destinasi pertama yang ada di pulau Sombori, kami pun turun dari kapal untuk..

Menelusuri Kegelapan Goa Allo

Dalam perjalanan menuju goa Allo, kita bakalan disuguhi tebing-tebing besar dengan air yang super jernih. Ada yang bilang viewnya mirip yang ada di phi-phi island, Thailand. Ga tahu sihh rupa phi-phi island itu gimana, tapi yang pasti view menuju goa Allo ini mantul.

Goa allo harus didatangi memakai kapal, kamipun harus rela berbasah-basahan karena memang goa Allo ini berada di tengah lautan. Memasuki mulut goa, kita akan disuguhi pemandangan khas goa, yaitu remang-remang gitu. Takjub sihh liat ada goa di lautan, udah gitu ada 'kolam' kecil yang tercipta akibat air yang terjebak di gua.


Ada yang bisa nebak saya ada dimana?
Saya pun coba iseng untuk manjat ke salah satu sisi goa, wahh ternyata ada satu 'kolam' lagi di sebelahnya. Niatnya sihh pengen turun, tapi karena gelap dan jalannya agak licin, saya mengurungkan niat tersebut.

Saya dan temen-temen pun mulai foto-foto di 'kolam', dasarnya pasir  lembut jadi asik mau lompat-lompat atau gaya apapun. Selain itu ada semacam 'Jendela' goa yang bisa jadi spot foto instagrammable.


Ga tahu ini fani lagi gaya apa....

Puas foto kamipun kembali ke kapal karena akan lanjut ke spot selanjutnya. Nah pas mau balik inilah tragedi terjadi...Kaki saya ga sengaja nginjek karang dan terpeleset sedangkan tangan megang Mirrorless,,jadi deh tuhh kamera berendem sejenak. Tahu hasilnya dong...pengen nangisss tapi percuma, ya udah ikhlasin aja,,,siapa tahu entar dapat baru...entahh entarnya kapan...
Girls squad...dan lagi-lagi saya entah dimana....hadehhhh


Mengunjungi Rumah Nenek 

Perjalanan kapal berlanjut sekitar 15 menit, dan kami tiba di teluk Sombori. Tiba di kawasan ini, perasaan damai langsung kerasa banget. Entah saya pribadi suka banget, berasa chill dan betah banget begitu liat tempat ini. Gimana ga betah, gradiasi airnya cantik banget, terus ada bukit di belakangnya yang gagah sekali, udah gitu rumah apungnya...(apa ya sebutanya, yang pasti rumah ini bukan di pinggir laut, tapi beneran di tengah laut).

Langsung mikir, wahh punya satu rumah disini seru kali ya. Hahahaha..aseli pengen banget. Entar begitu bangun, buka mata langsung bisa nyebur dehh. Ehhh udah dulu ngayalnya. Lupa kasih tahu, sekarang kita berkunjung ke rumah Nenek, dinamakan rumah nenek karena memang ditinggali oleh seorang nenek. 


My roomate, ka dina

Rumahnya sihh ga ditinggali nenek, tapi nenek dan anaknya tinggal di sebelahnya yang masih terhubung dengan jembatan pendek yang terdiri dari satu papan aja.

Ketika tiba disana, kami disambut dengan hangat oleh nenek dan anaknya. Beberapa temen memilih untuk sejenak mengobrol dan menikmati kopi khas buatan nenek. Sedangkan beberapa teman lain termasuk saya, memilih untuk antri foto di rumah nenek yang jadi icon kalo kita berkunjung ke Sombori. 
Foto  keluarga dulu sebelum pamit pulang
Puas foto ga lupa saya mencicipi kesegaran air di teluk ini. Serius beneran seger airny, udah gitu warna air di depan dan belakang rumah itu beda loh. Wahhh kebayang ga sihh beneran punya rumah disini. Ngayal lagi...


ini lebih kayak korban tenggalam ga sih guys...hahahahha


Haripun semakin siang, dan kami berpamitan kepada nenek untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi kami foto dulu dengan nenek. Oh ya buat temen-temen juga bisa banget ngasih donasi seikhlasnya untuk nenek. Itung-itung bantu nenek yang memang tinggal di daerah yang sangat terpencil itu.
Cantiknya nenek, no medicine dehh. 


Kabar terakhir yang saya dengar, akibat terpaan hujan yang terus-menerus rumah ini roboh. Belum tahu udah dibangun lagi atau belum. Saya berharap semoga nenek dan keluarga sehat terus dan baik-baik saja. Amin.

Menuju Puncak Kahyangan (Sombori Hill)

Destinasi selanjutnya masih ada di Sombori juga, yaitu puncak Kahyangan. Ga tahu pasti sih kenapa dinamain puncak kahyangan, tapi pas sampe tempat yang di maksud baru dehh ngeh. Yups, dinamakan puncak kahyangan karena setiap orang yang udah sampe berasa berada di 'kahyangan' soalnya pemandangan dari sini itu indah banget, barisan bukit-bukit terjajar rapi dialasi air laut yang hijau gradiasi plus langit yang berhiaskan awan cantik bikin tempat ini worth it disebut sebagai puncak Kahyangan.

Segala sesuatu yang indah pasti dibutuhkan pengorbanan untuk memperolehnya, begitu juga usaha yang diperlukan untuk sampe ke tempat ini. Kita harus trekking di jalur yang lumayan terjal dan berbatu-batu, better pake sepatu dan sarung tangan karena batunya lumayan tajam. Salah satu temen saya, inisialnya Marissa, sempet ga jadi mau lanjut, tapi setelah kami bujuk akhirnya dia memberanikan diri untuk meneruskan perjalanan yang udah setengah jalan. Yakalee bidadari ga pulang ke rumah...piiip..


Ka Tiur dalam perjalanan menuju puncak Kahyangan



Pas foto di spot yang tersedia saya warning buat hati-hati banget sih, saya sendiri agak deg-deg an kayak lagi liat gebetan lewat saat foto disini. Soalnya tempatnya sedikit curam dan bawahnya langsung mengarah ke lautan. Tapi demi sebuah eksistensi dan bahan blog harus foto deh.

Berhubung bukan hanya kami yang antri untuk foto maka kami hanya sebentar saja setelah itu kami kembali ke bawah dan makan siang.


My roomate again, Mimi aka Mimoy


Puas maen air disini, kami diajak untuk ke destinasi selanjutnya. Saya lupa sih nama tempatnya apa, tapi kata guidenya di situ salah satu tempat yang lumayan bagus untuk snorkeling. Pas sampe lokasi yang dituju, saya udah super excited ne mau snorkeling, tapi pas snorkeling saya agak kecewa, karena menurut saya ikannya sepi banget dan ga ada banyak terumbu karang. Ga tahu dehh kalo diving. But itu kan versi saya, nyatanya, temen saya, Marissa, betah banget snorkeling dan bilang ikannya banyak banget...saya sihh manggut-manggut aja. Wkwkkwkwk. Peace chaa...


Geng 40 y.o..hahahahaha




Hari semakin sore kami pun kembali ke penginapan. Sampe di dermaga kami melihat keseruan anak-anak setempat yang sedang bermain-main. Ada anak-anak yang sedang lompat dari dermaga ke air. Ada anak yang sedang susah payah naik kayak, serius liat ini bikin saya ngakak.

Ga mau melewatkan kesempatan berbaur dengan anak desa setempat. Saya dan beberapa teman bergabung dengan keseruan mereka. Masih penasaran dengan anak yang susah payah naik kayak, kami pun bergegas menghampiri mereka.


epicc banget ga sih foto ini...


Disini lahhh memori lucu tercipta, diawali dengan temen saya, yang saya  panggil koh abo, mendekati anak tersebut dan mau pinjem kayak. Masalahnya, kayaknya itu kecil banget, dan si koh bo ini badannya....hemm apa ya sebutannya...yang pasti BB dia itu...hemmm...pokoknya badannya gede lah ya ..Nahh setelah dikasih pinjem, penasaran dong langsung dicoba...Pas nyoba si kohbo mulai coba dudukin itu kayak, saya pikir ahh pasti entar kayaknya ngapung ne..ehhh aneh tapi nyata...tuh kayak tenggelam udah kayak tenggalamnya kapal Van Der Wijk..sumpahh ngakakkk...( dan masih ngakak sambil nulis ini dan bayangin kejadian itu..ahh harusnya direkam...)


seriusss selalu ngakak liat ini foto..


Selain itu, banyak temen saya yang diserbu anak-anak setempat. Mulai dari minta foto, minta gendong, minjem goggle sampe diuyel-uyel kepalanya demi manjat di bahu temen saya. Seru banget dan berkesan banget sih ini. Bisa jadi salah satu agenda kalian kalau maen ke labengki, btw....ga tahu kenapa anak-anak di desa ini both cowo ama cewe bulu matanya lentik-lentik banget!!!

HARI KETIGA

Hari ketiga masih diawali dengan berburu sunrise di pantai Mercusuar. Selalu ada suasana berbeda di setiap awal pagi. Mengawali hari dengan liat sunrise adalah cara terbaik untuk memulai pagi.


Aku lupa ini ka siapa ya?? 

Setelah berburu sunrise kami juga menyempatkan diri untuk berkeliling kampung sebentar. Ditemani anak-anak kami pun melihat-lihat suasana kampung. Bahkan saya iseng minjem sepeda anak yang lagi sepedaan...hehehhe.

Kamipun kembali ke penginapan dan packing, yap karena memang udah hari ketiga alias hari terakhir, kami akan segera pulang. Hiksss. Ehhh tapi tenang kita masih bakalan sempat mengunjungi beberapa destinasi lagi. Selesai sarapan kami pun menuju dermaga keberangkatan. Destinasi yang kami tuju tidak terlalu jauh, hanya perlu sekitar 1 jam an untuk tiba di lokasi, dan lokasi pertama adalah,..

Laguna Mahumalalang

Untuk sampe ke tempat ini kita harus trekking dan manjat ala-ala panjat tebing gitu dehh, tebing beneran malah. Sebenernya, katanya ada satu pintu masuk yang lebih mudah, tapi karena takut ombak gede, jadi lewat jalur belakang deh. 

Berasa jadi atlit panjat tebing gitu. Kirain trekking bakalan lumayan lama seperti saat ke puncak Kahyangan, ternyata ga terlalu tinggi kog. Begitu sampe di puncak tebing, sebelah itu udah langsung ada lagunanya, wahh worth it banget lah, nanjak dan tetiba disuguhi pemandangan yang ketjeh beutt..mantul deh. 


Trekking pun di mulai

Laguna Mahumalalang itu semacam kolam alami yang dipagari dinding-dinding bukit dan karst, dinaungi pepohonan yang rimbun bikin laguna ini jadi tempat yang chilling banget. Berasa adem dan damai banget. Malahan sebenernya saya pengen banget nyebur mandi, tapi keinget bakalan ribet karena harus ganti baju lagi, ga jadi deh.

Akhirnya saya dan teman-teman pun antri untuk foto di spot yang wajib banget sih kalo dateng ke sini. Senengnya, waktu itu baru ada rombongan kami aja, jadi berasa milik sendiri.

Lagi-lagi ada kisah lucu... jadi kohbo mau gegayaan foto berdiri gitu di tebing yang ada ditengah laguna...dia sihh nyantai tapi kami semua yang liat pada histeris. Teriak-teriak dehh biar dia ga nekad berdiri, nah gegara kehisterisan kami, dia yang awalnya ga takut malahan jadi takut...Hahahhaa.

Harusnya kalo kami ga takut biarin aja ya dia mau foto gitu..itung-itung jadi bahan percobaan....wkwkwkkwkwk
kocak...first best photo


Selain bisa foto dengan laguna dan bukit sebagai bukitnya, kita juga bisa foto gagah di antara batuan karst. Untuk bisa foto di antara batuan karst, kita kudu hati-hati banget biar ga jatuh atau tergores batuannya yang cukup tajam.


Kalau disuruh pose beginian, saya menyerahh...seremm euuyyy


Haripun semakin siang, maka kami segera meninggalkan laguna untuk melanjutkan ke lokasi berikutnya yaitu....

Teluk Love dan Bukit "View Raja Ampat"

Dua lokasi ini berada di tempat yang sama, hanya dipisahkan oleh bukit. Teluk  love akan sesuai dengan namanya  ketika di foto pake drone karena akan terlihat jelas gradiasi air yang membentuk tanda hati. Sedangkan disisi sebelahnya kita akan disuguhi view bebukitan cantik yang katanya seperti miniatur Raja Ampat,  berhubung saya belum pernah ke sana..saya iyain dlu dehhh..Hehehehe.

Ga sesulit puncak kahyangan untuk menyaksikan keindahan teluk love dan bukit raja ampat versi Labengki kita cuma perlu menaiki tangga yang udah tersedia. Ga perlu lama ndaki ehh udah sampe aja dan langsung dehhh disuguhi view yang menyejukkan mata. Seger euuyyy.


Duhhh baper....my fave couple sihh ini...mas bojo dan mba bojo

Kalau liat view yang seindah ini sihh pengennya bareng orang terdekat, ehhh. 

Menurut saya cara paling tepat untuk habisin waktu di tempat ini adalah dengan duduk-duduk aja dan sambil dengerin musik. Keinginan itu ga terwujud dong, wong temen-temen pada rame dan giliran buat foto-foto include me. Wwkwkwkkwk.

sendirian banget neng??


Ga banyak waktu yang kami habiskan disini karena memang harus segera balik ke penginapan. Sesampainya di penginapan, kami pun make sure semua udah pada packing dan kembali menuju dermaga. 

Perjalanan menuju dermaga kami lalui dengan badan terpenuhi barang-barang bawaan, entah apa ini cuma perasaan saya aja, perasaan pulang bawaannya selalu lebih banyak daripada berangkat. Hahhahaa.


kocak...second best photo

Dalam perjalanan pulang, deramahh pun terjadi lagi. Ya karena terlalu siang berangkatnya, kami pun harus berjuang dengan ombak besar yang menyapa berkali-kali. Yang di dalam kapal cuma bisa berdoa, yang di luar udah basah kuyup. Serius itu saya deg-deg an banget liat air yang udah tinggi banget, tapi ada tingkah-tingkah lucu temen-temen yang ketakutan. Hahahha.


perasaan foto orang ini banyak sekali di artikel ini...hadeuhhh


Syukurnya semua bisa di lalui dengan baik, dan kami kembali dengan selamat sampe di pelabuhan. Sesampainya di kota Kendari, rombongan mampir sejenak di toko oleh-oleh. Di tempat ini lah perjalanan resmi berakhir. Ada temen yang langsung pulang ke kota asalnya masing-masing, sedangkan saya dan beberapa teman akan berangkat besok pagi.

The last photo with them...

Sekian dehh perjalanan saya dan rombongan bpj selama 3 Hari 2 Malem menjelajahi Labengki-Sombori. Gimana seru gak? Seru banget sihh kalo saya, wong bisa ngerasain tinggal di tepi laut yang airnya sejernih itu aja saya udah bahagiakk banget...Hehhehee. Highly recommend this place for your next visit guys!!

Oh ya kelupaan....jika beruntung kalian bisa liat dolphin lohh...saya lupa ini dalam perjalanan pulang dari mana, tapi waktu itu excited banget bisa liat secara sekilas dari jendela kapal, seekor dolphin lagi loncat...wuahahahha...finally bisa liat dolphin even cuma hitungan detik. Hehehhehe.

Happy Reading, Segerakan Travelling!


With Love,

MRS








Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Hai guys,
How's your life?



" You Can't Buy Happiness But You Can Buy Plane Ticket and that's kind of same thing" Anonim

Sebagai cewe batak yang lahir di Lampung dan belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di tanah Leluhur, membuat saya sangat sangat ingin pergi ke Sumatra Utara, apalagi bisa melihat danau yang jadi ikon wisatanya. Syukurnya impian tersebut akhirnya bisa terwujud berkat trip sharecost yang di kelola oleh komunitas para backpacker bernama Backpacker Jakarta. 

Trip Sumut ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 18-21 Juli, sebenernya targat peserta adalah sekitar 30 orang, tetapi berhubung masih kuat kenangan akan tragedi KMP yang terjadi di danau toba, maka banyak peserta yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengexplore Sumut dalam kurun waktu tersebut.

Agak sedih sih kalo akhirnya trip ini bakalan di cancel, tapi ternyata tetap terlaksana meski peserta menjadi hanya 11 orang beserta dengan dua kakak CP (contact person).

HARI PERTAMA

Tanggal 18 Malam, kami peserta berkumpul di Mepo (meeting point) yaitu Bandara Kuala Namu, sekitar jam 2 malam kami pun meluncur menuju pelabuhan ajibata. Subuh kami pun sudah tiba, namun sebelum menyebrang kami menyempatkan untuk mandi dan sarapan terlebih dahulu, namun karena keterbatasan waktu akhirnya kami segera menuju pelabuhan Ajibata. Sesampainya disana, karena memang kapalnya tidak terlalu besar mobil yang kami pakai tidak bisa masuk karena sudah penuh. Akhirnya diputuskan mobil akan menyusul di keberangkatan selanjutnya.

Manortor di Desa Tomok Bersama Patung Sigale-gale


Suasana dalam kapal pun lumayan ramai, yang paling mencolok adalah banyaknya life jacket baru yang tersedia. Ya ini memang udah standar keamanan dalam kapal sihh, cuma memang belum terlalu digalakkan, mirisnya hal ini kembali diperhatikan setelah terjadi tragedi KMP. Saya pribadi karena sudah ada life jacket maka ga yang terlalu parno, yang ada sangat antusias karena dengan ditiupnya pluit kapal, menandakan petualangan kami akan segera di mulai.akalan menjalani semacam 'ritual' penyambutan gitu..jadi nanti ada musik gondang (alat musik tabuh khas batak) dan kita diminta untuk manortor (tarian khas batak) yang bakalan dipandu sama pengelola kampung ini. Pastinya sebelum manortor  kita kudu pake ulos (kain khas batak) yang memang udah disediakan. Ahhh seruuu banget dehh,...langsung menjelma jadi boru batak tulen (boru=sebutan untuk anak gadis dalam bahasa batak). Buahahahhhaa.


HORAS!!!


Untuk kisah tentang patung sigale-gale sendiri ada beberapa versi, salah satu versinya menuturkan, dahulu ada Raja batak, raja Rahat, yang mengalami gangguan kejiwaan setelah anak satu-satunya, pangeran Manggale dinyatakan tewas di peperangan dan tidak ditemukan jasadnya. 

Untuk menghibur raja yang bersedih, maka para penasihat membuat patung yang menyerupai pangeran manggale yang bisa bergerak karena adanya pemanggilan roh dan tindakan itu berhasil menghibur raja. Akhirnya setelah raja meninggal hal ini tetep dilestarikan, dan mulai di kenal dengan penyebutan patung "sigale-gale" yang bisa diartikan lemah lembut. Tenang sekarang patungnya bisa bergerak karena ada settingannya kog.

Baru ngeh kenapa warna baju kami pada suram amat yakk...tapi tenang wajah kami senantiasa cerah....

Dibalik kisahnya yang tragis, kami justru bersemangat melakukan tortor yang diiringi rekaman gondang. Kebayang dong keseruan kami harus ngikutin pemandunya waktu manortor, saya yang aseli orang batak aja berasa seru banget apalagi temen-temen saya coba. Selesai penyambutan kami pun melanjutkan dengan berfoto-foto ( ini wajib siih hukumnya).

Mendengar Kisah Kepahlawanan Raja Sidabutar

Puas foto kami pun lanjut ke destinasi selanjutnya, nahh destinasi selanjutnya adalah Makam Raja Sidabutar.  Begitu memasuki gerbang masuk, kami diwajibkan memakai ulos terlebih dahulu yang sudah disediakan di pintu masuk. Memakai ulos menunjukkan rasa sopan dan penghormatan para pengunjung. 

Jika diperhatikan, maka kompleks makam ini bisa dibilang enggak terlalu luas dan terlihat sangat tua, karena memang sudah berumur 460 tahun. Dituturkan hanya tiga raja dan orang terdekat saja yang disemayamkan di tempat ini. Berbeda dengan kedua raja sebelumnya yang masih menganut sistem kepercayaan aninisme bernama Parmalim, Raja ketiga, Raja  Solompoan Sidabutar, yang terkenal akan kesaktiannya akhirnya menjadi Kristen setelah kedatangan misionaris Jerman, Nommensen.



Difotoin ama guide..lahhh padahal guidenya orang penting...kelakuan..kelakuan....ckkckckckc


Berbeda dengan makam lainnya yang diletakkan di bawah tanah, maka makan Raja Sidabutar menjadi unik karena berada di atas tanah, atau yang sering kita sebut sarkofogus. Selain itu, terdapat ukiran wajah raja Sidabutar dan panglima setianya di bagian bawah. Ada kisah seru lohh di antara mereka, makannya langsung dateng deh ke sini.

Oh ya, berhubung guidenya seru banget dalam menyampaikan sejarah Raja Sidabutar, saya berasa lagi dengerin dongeng yang seru banget, tapi ga ada ngantuk-ngantuknya. Apalgi didukung suasana yang cozy banget. Serius sihh harus dicoba ini mah.


Menjelajahi Museum Batak Tomok yang Berbentuk Rumah Bolon


Selesai mendengarkan penjelasan dari amang guide kami pun menuju tempat selanjutnya yang ga terlalu jauh cuma butuh beberapa menit aja, yaitu Museum Batak. Bentuk luar museum ini adalah rumah adat batak, atau yang biasa disebut rumah Bolon. Jadi masuk sini ga berasa masuk museum. Wahh finally bisa liat gimana isi rumah adatnya batak.

Berasa kayak liburan keluarga ga kalo gini guys?

Sambil merekam saya pun menaiki tangga rumah dan masuk ke dalam, wahh sederhana sih tapi jadi unforgettable experince banget...(maapin saya yang norak ini..hahahha). Oh ya, posisi pintunya itu pendek guys, jadi kita kudu banget nunduk kalo mau masuk ke rumah bolon ini. Diterangkan bahwa hal tersebut untuk mengajari kita bahwa kita harus menunjukkan rasa sopan dan hormat ketika memasuki sebuah rumah. 

Di bagian depan pintu masuk, ada spot foto dengan latar belakang ulos dan penyewaan ulos untuk sesi pemotretan, biaya sewanya murah banget cuma Rp. 10,000,- . Untuk melengkapi keseruan trip ini, maka saya dan teman-teman yang lain ga melewatkan kesempatan untuk berpakaian ala-ala orang batak gitu, dengan bantuan 'penata busana' yang siap membantu maka jadi lah kami orang batak sejenak. Hehehehe.

Hayoo tebak mana yang aselii batak?


Selesai Mencoba baju ulos dan sesi pemotretan, kami pun dibimbing guide untuk mengenal tentang sejarah benda-benda yang ada di dalam museum tersebut, ada piring yang dulu di pakai raja beserta peralatan dapur lainnya. Terdapat  tali unik yang terbuat dari kulit kerbau yang biasanya dipakai dalam kegiatan pertanian yang masih baik kondisinya. Sampai peralatan perang yang memiliki nilai historis tinggi. Overall, perawatan barang-barang yang ada cukup baik, sehingga datang ke museum ini bisa bikin kita jadi tahu sejarah kerajaan batak jaman dulu.

Oh ya, buat temen-temen yang mau beli suvenir di bagian belakang museum ini terdapat benda-benda unik yang khas batak banget..wajib banget sih buat kalian penggemar benda-benda historis.

Cuci mata di pasar Suvenir khas Batak

Selesai keliling museum batak, sembari menunggu mobil yang baru sandar di pelabuhan maka kami muter-muter di pasar oleh-oleh yang memang ada di sekitar museum batak. Barangnya bagus dan khas batak banget, harganya juga terjangkau. Jadi recommended banget kalo kalian mau beli oleh-oleh di sini. Padahal baru hari pertama, hahhahaa..

Tak lama mobil yang kami pakai pun sampe, maka kami meluncur ke penginapan. Sesampainya di penginapan kami hanya beberes sejenak dan ga lama udah kumpul di mobil lagi untuk lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu bukit Holbung.

Masuk Angin di Bukit Holbung 

Jarak penginapan ke bukit holbung lumayan jauh, sepanjang perjalanan saya tertidur, soalnya agak mual sih...(bisa-bisanya hobby jalan tapi selalu mual pas naik mobil..hehhehhe). Namun sesekali saya terbangun karena teriakan temen se-mobil yang histeris liat view danau toba yang wahhhgelasehhh. Ya bayangin aja sampe temen-temen pada heboohh semua..!


Sesampainya di parkiran, saya dan rombongan kudu trekking sejenak. Buat yang ga tahan haus, harus banget bawa minum ne. Tapi tenang, trekking dikelilingi bukit-bukit indah dan view danau Toba bakalan bikin kalian ga meduliin rasa lelah itu.

Akhirnya kami tiba di atas bukit Holbung. 

"WOOOWWW..." rasa kagum dan heran langsung muncul di pikiran saya, sejenak mikir..

"gilakkk...serius ada beginian di Indonesia?" 

Seriuss....indah banget viewnya..dan saya masih ga nyangka..seriuss ini di Indonesia?? Hahahhaa...masihh ga percaya.



Ala-ala Meteor Garden..yaelahhh tua amatt ketahuann...

Langsung dehh, kami foto ala-ala. Semua gaya dicoba, dari yang sendirian sampe rame-rame dari yang duduk, berdiri, lompat, diem and teriak. Kelar di spot bagian bawah kami beranjak ke spot yang lebih atas, nahh disini terlihat hamparan hijau bukit yang membentang kayak bukit telletubbies gitu. Berhubung kami jalan-jalannya weekday, kami pun bebas mau ngapain aja karena memang waktu itu hanya ada rombongan kami saja. Ahhh berasa bukit pribadi sih kalo gini.

Oh ya kembali ke judul, kenapa sampe masuk angin...entah karena memang waktu yang udah mau sore dan memang agak mendung, angin bertiup sangat kencang waktu itu. Bahkan saya ga menyarankan pake drone sih, tapi kayaknya karena memang lagi berangin aja sih waktu itu. Serius anginnya kenceng banget, sampe saya harus duduk untuk menghindari hembusan angin yang kencang itu.


Haripun semakin gelap dan kami dipaksa pulang karena hujan mulai membasahi bumi..(lebay..). Pas kami mau balik justru ada beberapa pemuda setempat yang baru dateng, wahhh kalo penduduk setempat mah bebas ya mau kapan aja dateng,.ahh beruntung sekali kalian yang tinggal di kawasan bukit Holbung.


HARI KEDUA


Pagi di hari kedua sebenernya kami mau sunrise-an di sebuah bukit, apa daya kelelahan efek tidur di mobil dan hari pertama yang padat membuat kami semua terbuai empuknya bantal dan hangatnya berada di balik selimut alias pada kesiangan semua. HAHAHAHAHHAA.


Sedihhh??


Tenang, ada view cantik dari depan homestay tempat kami tinggal yang langsung menghadap ke arah danau toba. Pagi itu saya menikmati sunrise dan melihat seorang amang (sebutan bapak dalam bahasa batak) yang sedang asik berperahu.


Ga berhenti sampe disitu, selesai mandi dan beberes saya pun menikmati breakfast mewah di depan danau toba..iya dong mewahh viewnya seketjeh itu.


Btw, di balik kelezatan sarapan yang saya makan, ada kisah romantis amang yang membantu inang memasak di dapur..ahh pantesan sarapan yang saya makan waktu itu terasa nikmat sekali...so sweet banget dong!!


kembali ke topik utama..ehh tapi itu sekilias info yang berkesan banget sihh buat saya...hahahhaa. Sebenernya ada foto bareng mereka, tapi ga sengaja keapus...hikksss.


Kelar sarapan dan pamitan maka kamipun melanjutkan perjalanan....


Melompat di sebuah Bukit 


Tujun selanjutnya adalah bukit yang saya lupa apa namanya. Wkwkkwkwkwkw...Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami pun tiba di lokasi. Kalo ga salah inget namanya bukit panatapan deh, tapi saya seaching kog berbeda. Yang pasti di lokasi ini ada sebuah rumah di ujung bukit. Katanya, bagus ambil foto disini, dengan view danau Toba yang super indah, sayang waktu itu kami belum beruntung karena ga bisa karena rumah yang jadi jalan masuk ke ujung bukit ini ditutup. Jadi dehh kami hanya berfoto di depan rumahnya aja, ehhh diliat-liat ternyata bagus juga loh. Gak percaya..ne buktinya.



Entah gaya apa ini...kalo ga ada orang mahh bebas....
Mencoba aneka spot foto di Bukit Indah Simarjarunjung

Ga berlama-lama di sini, kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya, yaitu Bukit Indah Simarjarunjung (BIS). Destinasi ini terkenal dengan banyaknya spot instagrammable yang dilatari danau toba, sehingga banyak banget pengunjung yang datang untuk mencoba banyak spot tersebut.

Ada beragam spot foto yang disediakan, mulai dari skybike, rumah pohon, spot love, spot bulan sabit dan masih banyak lainnya yang bakalan bikin kita pusing untuk milih mau foto di spot mana. Untuk setiap spot pun harus bayar lagi ya guys, jadi siapin duit yang banyak. Saya waktu itu hanya mencoba 2 spot aja, karena setalahnya saya dan temen-temen lainnya menghabiskan waktu di kedai makanan dan membuat sebuah video seru.

Yo dipilih-dipilihh...

Malam keakraban di Desa Tongging

Selepas mengexplore BIS kami mengarahkan mobil ke arah desa tongging. Ya kali ini kami menepi di salah satu sudut danau Toba. Lagi-lagi saya cuma bisa bilang..."Wahgelasehhh". Seriously Desa-desa di sekitar danau toba itu rasanya kayak lagi ada di Swiss, okeee saya emank belum pernah ke Swiss, tapi sekarang kan ada medsos ya guys. Salah satu rekan seperjalanan yang udah sering jalan keluar juga sharing, bahwa selama perjalanan ada beberapa view yang ga kalah indah dari yang dia lihat di NZ dan Jepang.

Oh ya ada kisah lucu disini, jadi pas kami kesini, sepanjang perjalanan di kiri kanan itu sering keliatan pohon mangga yang buahnya kecil-kecil dan langsung bisa dimakan ama kulit-kulitnya. Saya sebagai pencinta buah seneng banget dong, pas ada pohon mangga di lokasi kami berhenti. Awalnya saya hanya melewati pohon tersebut, dan asik foto dengan teman-teman yang lain. Dalam perjalanan pulang, kami melihat ada sekresek mangga di pagar sebuah gereja, yang belum ada saat kami melewatinya tadi.

Sebenernya pengen saya ambil, tapi takut dosalah ya...mana di depan gereja lagi..*ehhh..

Akhirnya saya dan kedua teman saya melanjutkan perjalanan kembali dan bertemu pohon mangga itu lagi...ehhh langsung dehh ga mau rugi. Akhirnya kami mungutin mangga-mangga matang yang berserakan di bawah pohon mangga yang besar itu. Masih banyak yang bagus buahnya, wahhh senang banget dong ya. Makan buah matang langsung dari pohonnya.

Kembali ke mangga yang kami lihat di pagar gereja, ternyata itu hasil pungutan juga dua rekan perjalanan yang ga mau rugi juga. HAHAHAHHAHA.

Ciyeee cewe batak manis-manis amatt....wkwkkwkw...Puji diri hamamago, puji Tuhan haleluyah...

Malemnya kami pun saling berkenalan dan memperkenalkan diri di salah satu rumah makan yang berada di pinggir danau toba. Hemm, serius seru banget sih, mana cuma ada kami disitu. Lagi-lagi berasa privat.


Selesai sesi perkenalan,curhat dan bulli-membulli tak terasa hari semakin larut. Pemilik rumah makan juga mau pulang, maka kami pun kembali ke mobil dan menuju penginapan.

Sesampainya di penginapan badan sudah terasa lelah, ditambah udara yang super duper banget dinginnya akhirnya menegaskan saya dan kedua teman saya untuk langsung tidur ga pake mandi. HAHAHAHAHA. Tenang yang penting udah sikat gigi, cuci muka, tangan, kaki dan akhirnya berdoa untuk tidur.  Gutnite everybodyyy.

HARI KETIGA

Karena gagal melihat sunrise di hari kedua, maka di hari ketiga kami berencana untuk menikmati sunrise di  Taman Simalem Resort. Subuh itu kami pun bergegas kembali, dan lagi-lagi ga mandi. Ga tahu sihh kalo temen yang lain. wkwkkkwkwk.

Perjalanan kembali dilanjutkan, aseli begitu keluar kamar udara langsung menusuk-nusuk saking dinginnya. Pastinya ga ada yang jualan AC lah ya di daerah sini, wong ga pake kipas angin aja udah dingin banget apalagi pake AC.

Menikmati Sunrise di Taman Simalem Resort

Jarak Taman Simalem Resort dan penginapan ga terlalu jauh, kayakny sekitar 15 menit udah sampe deh. Saat Kami tiba di lokasi, matahari sudah mulai beranjak naik. Hmm, matahari di barat Indonesia memang lebih cepet terbit ya, meski agak sedikit terlambat kami masih bisa menikmati sunrise ditemani angin kenceng yang berhembus.


Oh ya, sebagai penggemas sunrise, sunrise di Taman Simalem Resort ini wajib banget sihh kalian rasain. Perpaduan antara sinar manja matahari di sela-sela pepohonan ditemani awan dan view danau toba yang agak sendu membuat sunrise di sini berasa magic gitu. Serius dehhh harus banget kalian rasain kalo lagi main di desa Tongging. Oke dehh biar percaya, saya kasih contoh jepretan salah satu rekan seperjalanan saya ya guys, yang moto ini pake hape doang dan sedikit pengeditan.


Wahhgelasehhhh inii...coba ada saya ditengah jalan itu..hahhaha
Hayoo tebakk mana yang udah mandi??

Seperti namanya, Taman simalem resort ini merupakan sebuah resort yang menjadikan view danau toba sebagai pemikatnya. Selain itu, ada banyak fasilitas yang disedikan di tempat ini. Di Taman Semalem Resort ini, para pengunjung bisa menginap dan mencoba banyak kegiatan yang ditawarkan pihak hotel. Ada kegiatan out bound, menyusuri hutan, trekking ke air terjun dan lain sebagainya. Berhubung saya ga diendorse jadi saya sudahi disni ya guys. Hehehehhee. Begitupun dengan saya dan rombongan, karena memang hanya bertujuan untuk menikmati sunrise maka sehabis matahari mulai meninggi, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun Sipiso-piso.

Trekking Menuju Air Terjun Sipiso-piso

Dalam perjalanan menuju Sipiso-piso mata kami tak henti-hentinya dimanjakan dengan pemandangan super indah yang bisa juga di sebut KW nya New Zealand. Saking indahnya, maka tanpa di perintah dua mobil pun sejenak berhenti dipinggir jalan untuk mengabadikan kemegahan view danau Toba dari suduu yang berbeda. Sayangnya, keindahan yang bisa saya nikmati dengan mata telanjang itu, ga bisa di abadikan dengan baik melalui lensa kamera. Nahh itulah kenapa kadang saya sering bilang, bahwa mata kita adalah lensa terbaik di dunia. So buat temen-temen, maap ya ga bisa pamer foto, ini sih memang harus diliat sendiri. miane....

Sepanjang perjalanan menikmati view danau toba, dari bangun tidur bangun lagi yang di liat danau toba terus,..hahahha. Serius saya sampe bingung, danau Toba ini seluas apa. Tidak terasa kamipun akhirnya tiba di parkiran air terjun Sipiso-piso.

Keluar dari mobil lagi-lagi langsung disambut angin kencang super dingin sedingin tatapan kamu ke gebetan kamu yang ternyata suka ama orang lain. Padahal saya udah pake baju panjang ama jaket..brrrrrrrrr.

Saking dinginnya udara di sini hampir mengurungkan niat saya untuk trekking menuju lokasi air terjun berada, namun mikir ulang, sayang banget kalo udah jauh-jauh sampe sini tapi ga basah sama air terjunnya langsung. Akhirnya saya pun mengikuti trekking yang sudah di dahului temen-temen yang lain.

Dalam perjalanan berkali-kali rombongan temen yang lain berhenti terus. Mereka setiap ada spot foto ketjeh langsung berhenti, saya yang masih kedinginan beserta dua rekan yang lain akhirnya melanjutkan trekking terlebih dahulu.

Syukurnya semakin ke bawah angin yang berhembus tidak terlalu kencang, malah saya mulai kegerahan. Tidak mau rugi sesekali saya mengabadikan keindahan bentang alam yang ada melalui video hape. Oh ya ada satu tragedi kecil, akibat kelalaian dan kecerobohan sambil ambil foto saya terpeleset dan hampir jatuh ke bawah jurang kecil. Puji Tuhan masih dilindungi sehingga saya masih bisa reflek megang tangga yang ada disebelah saya. Selain saya, teman yang trekking bareng sayapun hampir copot jantungnya. Hemm jadi pelajaran ya guys, untuk selalu berhati-hati.


Berasa di mana gituuu...

Mengelilingi Pagoda Schewedan di Taman Lumbini Berastagi

Selesai trekking dan makan siang kami pun bersiap ke tempat selanjutnya, yaitu Taman Lumbini Berastagi. Sebelum sampe ke sini, kami mampir sebentar di pasar buah dan oleh-oleh setempat. Setelah selesai lihat-lihat di pasar buah maka kami lanjut menuju taman Lumbini.

Begitu memasuki kawasan parkir, dari kejauhan akan nampak Pagoda berwarna keemasan yang terkesan megah dan mewah. Saya kira ada kemiripan dengan pagoda-pagoda di Thailand, ternyata pagoda megah tersebut merupakan pagoda replika dari Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Di gadang-gadang sebagai pagoda tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 46,8 m, tidak hanya terlihat cantik dari luar, di dalampun kita akan disuguhi interior yang cantik. penasaran? Hahahhaa....segerakan kemari ya guys..

Ini foto ala-ala bahagia atau lagi iklan odol yak??


Info penting...Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasuki halaman taman Lumbini, biar ga ganggu liburan kalian wajib banget dibaca dulu ya guys peraturannya apa aja. Peraturannya itu semua tertulis di pintu masuk kog, salah satunya ga boleh merokok karena ini memang tempat ibadah.

nb: Jangan lupa buat penggemar es krim or yoghurt,..kudu banget nyobain es krim or yoghurt handmade yang enak dan nagih sekali. Wwkwkwkkwkw.

Selesai muterin dalam ruangan dan kelilingin pagoda ini..lalu sejenak istirahat sambil makan es krim di halaman depan. Sementara temen-temen yang lain berburu foto kemana-mana, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota Medan. Selesai dehh perjalanan hari ketiga..

Sisipan dikit:

Sampe kota Medan sekitar pukul 7 malem, kami tiba di penginapan dan bersih-bersih diri. Selesai itu nyari makan dong....gokilnya saya, bersama kedua teman saya pengen makan BPK (Babi Panggang Karo)..sebenernya udah jam 9 an sihh...berbekal browsing dapet BPK yang masih buka sampe jam segitu... penuhh deramakkk dehh buat nemuin tempat itu...HAHAHAHAHA..tapi seru sihh,,,finally bisa makan BPK di kota Medan..hufftt harusnya pas di daerah Karo ya..tak apa lahh laen kali ke sini lagi buat kulineran. Amin

HARI KEEMPAT

Hemm....ga kerasa udah masuk hari keempat atau bisa juga dibilang hari terakhir, ya hari terakhir cuma sampe sore hari dan destinasinya sekitaran kota Medan aja, jadi kami santai...meskipun jadinya buru-buru.. hahahhaha

wokehhh...kelar packing.(packing mulu yakkk...) dan selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan..
menuju..

Terkesima di dalam Gereja Annai Velangkani

Kalo hari sebelumnya saya dan rombongan mengunjungi rumah ibadah umat Budha, maka kali ini kita diajak untuk melihat keunikan gereja Annai Velangkani yang berbentuk kuil. Iya, bener ga salah baca..gereja tapi bentuk luarnya mirip kuil. Karena memang pendirinya terinspirasi dari bangunan kuil Hindu di India.

Gereja ini bebas untuk dikunjungi siapapun, namun karena memang masih difungsikan sebagai tempat ibadah, kita harus menjaga ketertiban di tempat ini. 

Kog burem sihhh..gpp biar ada foto ga bagusnya..masak bagus semua...

Sama seperti Pagoda di taman Lumbini yang cantik luar dalam, gereja ini pun memiliki kecantikan luar dalam. Puas foto di luar, saya masuk ke dalam ruang ibadah yang ada di lantai 2. Di pintu masuk gereja, ada seorang suster yang menjaga. Lalu saya bertanya apakah diijinkan untuk memotrer di dalam ruangan dan suster memperbolehkan. Tetapii ehh tetapi...

Ada satu kejadian yang bikin saya jadi ga enak sama suster. Jadi setelah asik memotret relief-relief yang ada dari pintu masuk, saya lalu berdoa sejenak. Selesai berdoa, karena saking terpesonanya oleh keunikan patung dan design yang ada di altar saya pun menuju ke bagian muka gereja. Ketika sedang memotret patung bunda Maria yang unik, saya pun mendengar nama saya dipanggil....ternyata ohh ternyata dilarang foto sampe ke depan. Wahhh saya jadi merasa tidak enak kepada suster, karena pas saya ijin saya pikir boleh untuk memotret  disemua bagian. Akhirnya saya memberanikan diri untuk minta maaf atas ketidaksopanan saya..syukurnya suster mengerti dan memaafkan saya. Hadehh jadi pelajaran banget buat saya untuk lebih berhati-hati lagi. 

Lanjut ke tempat selanjutnya saya gabung ya guys, karena memang kedua bangunana ini masih memiliki hubungan, yups ga lain ga bukan adalah..

ISTANA MAIMUN DAN MASJID RAYA MEDAN

Istana Maimun atau yang kadang disebut juga Istana Puri Hijau adalah peninggalan kerajaan Deli. Begitupula dengan Masjid Raya Medan. Maka tidak heran terdapat beberapa kemiripan di antara kedua bangunan ini. 

Memiliki gaya arsitektur campuran beberapa negara, tidak heran membuat Istana Maimun dan Masjid Raya Medan menjadi bangunan dan rumah ibadah yang wajib disambangi bila berkunjung ke kota Medan. Makannya jangan kaget, ketika berada di Istana Maimun ada begitu banyak pengunjung yang sedang asik berfoto-foto.

Dikawal dua kakak cepeh yang setia menemani



Terpaksa pajang foto ini....ga ada foto saya..hiksss

Selesai explore Istana Maimun dan Masjid Raya Medan, maka kami meluncur untuk membeli oleh-oleh di gerai bolu Meranti. As Usual ya guys saya ga pernah boleh oleh-oleh...bisa pergi aja dah syukur... Ehh tapi saya beli ikat kepala kog..wkkwkwkkw.

Oke dehh sekian perjalanan bareng backpacker jakarta yang udah rasa keluarga karena sedikitnya personil yang ikut. Tapi jangan salah, justru personil yang dikit itu bikin lebih kenal satu sama lain. 

Overall, Wajib banget sihh buat jadiin Sumatra Utara sebagai destinasi wisata kalian, percayalah segalanya lebih indah kalo diliat pake mata kepala sendiri. Seriously, kelilingi Sumut berasa kayak keliling dunia loh...ada nuansa Swiss, New Zealand, Korea, India, Myanmar...kog bisa...makannya buktiin langsung. Trust me it real..

Happy Reading, Segerakan Travelling!


With Love,

MRS








Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Newer Posts
Older Posts

Kubbu

Kubbu Network

http://kubbu.net/

https://kubbu.net/wp-content/uploads/2019/06/logo-kubbu-komunitas-blogger-dan-buku-300x225.jpg

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • Agustus 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Maret 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Oktober 2020 (30)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (4)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Agustus 2019 (3)
  • Juli 2019 (4)
  • Juni 2019 (5)
  • Mei 2019 (4)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (5)
  • Februari 2019 (3)
  • Januari 2019 (4)
  • November 2018 (3)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (3)
  • Juli 2018 (4)
  • Juni 2018 (3)
  • Mei 2018 (3)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (8)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (11)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (4)
  • September 2017 (1)
  • Agustus 2017 (8)
  • Juli 2017 (4)
  • Juni 2017 (2)

Created with by ThemeXpose