• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Hai Guys,
What's Up!

Ya ampun udah lama banget enggak nulis, padahal ada banyak peer, cuma ya itu gak mood aka males!

Hemm, sebenarnya ini juga lagi mood nulis, soalnya merasa kemampuan aku ngeblog gini-gini aja. Gak ada yang istimewa dari blog aku, keliatan banget males nulisnya. Mungkin faktor sepi pengunjung juga yang makin bikin aku males nulis. Tapi setelah aku pikir-pikir harusnya sepinya pengunjung enggak memengaruhi aku dalam nulis toh alasan utama aku ngeblog adalah...

... Catatan untuk masa tua dan anak cucuku kelak...

Ya inilah alasan utama aku ngeblog. Entah kenapa pengen 'pamer' sama keturunanku nanti. Mau kasih tahu pengalaman dan tempat-tempat indah, khususnya Indonesia yang sudah aku jelajah. Ya dengan harapan pamer ini, nantinya para keturunanku juga hobby untuk traveling sehingga mereka punya pemikiran yang luas dan toleransi terhadap apapun.

Selain itu, semisal aku sudah tiada maka mereka memiliki kenang-kenangan akan diriku. Ketika mereka kangen mereka bisa membaca kisah dan melihat foto-fotoku.

Ya walaupun sampe saat ini blog yang aku tulis baru tentang traveling. Sebenarnya mau nulis juga tentang pemikiran dan hal lainnya. Cuma aku masih ragu-ragu.

Selain alasan utamaku tersebut, semakin ke sini dan belajar dari orang lain, maka aku pengen blog ini juga bisa menjadi sumber penghasilan, rasanya iri melihat orang lain bisa menghasilkan duit dari nulis, tapi aku masih berada di fase yang itu-itu saja. Ya daya juang yang gak terlalu tinggi membuat aku tetap jalan di tempat. Hiksss...

Ya semoga nanti kemampuanku lebih baik lagi dalam mengelola blog ini.

Kalau kalian apa tujuan kalian ngeblog?

xoxoxo,

MRS
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Hai Guys
What's Up!



Ngomongin Raja Ampat memang gak ada habisnya. Selain Spot Pianemo dan Wayag yang udah lebih dulu terkenal, ternyata ada destinasi yang gak kalah menarik loh. Namanya pulau Misool. Iyaa Misool! Tempat yang hits akan danau love alaminya. Oke dehh langsung kita lihat yuk destinasi apa aja yang bisa kita liat di Misool.

1. GOA KERAMAT

Destinasi pertama yang bisa kita kunjungi adalah goa Keramat. Iya goa ini dianggap Keramat karena menjadi tempat peristirahatan terakhir orang yang dianggap menyebarkan agama Islam pertama kali di pulau Misool. Jadi jangan kaget ya kalau di muka goa ini dekat perahu bersandar kita akan melihat makam yang di pagar sekelilingnya.

Meski begitu goa ini tetap indah untuk dinikmati. Goa yang dipenuhi air ini sangat tenang dan damai. Jadi pasti bikin kalian betah lama-lama di sini. Oiya, katanya di bagian atas goa ini tertulis lafaz Allah. Berhubung saya Kristen saya kurang paham sih, tapi temen saya banyak yang ngerti. So selain tempat wisata sepertinya tempat ini bisa jadi tempat ziarah juga.

2. Spot Telapak Tangan

Gak jauh dari goa keramat ada satu spot yang unik karena digadang-gadang jadi bukti adanya manusia pra sejarah yang dibuktikan dengan adanya jejak telapak tangan di tebing bebatuan. Selain bentuk tangan terdapat bentuk lain seperti hewan dan simbol lainnya. Spot ini hanya dapat dilihat dari atas kapal karena memang tidak ada dasar untuk berpijak.

3. Puncak Harfat

Puncak Harfat diambil dari nama pasangan suami istri yang katanya orang yang pertama kali menemukan Spot ini. Harfat singkatan dari nama Harun Fatimah. Untuk menuju puncak kita harus trekking sekitar 30 menit ke atas. Tenang sudah ada jalur yang memudahkan kita untuk mendaki. Bahkan sesekali kita bisa berfoto untuk mengabadikan viewnya yang luar biasa indah.

Jangan lupa bawa air minum yang cukup karena tidak ada warung di puncak. Di puncak ada 3 spot dengan view berbeda tetapi semuanya indah. Saking indahnya bikin ogah pulang. Hehehee.

4. Balbulol

Balbulol adalah spot tengah laut yang dikelilingi bebatuan tebing karst yang beraneka ragam. Ditemani airnya yang hijau kristal bikin kalian bakalan punya banyak stok foto ketjeh.

5. DANAU UBUR-UBUR LENKAMANA

Ini adalah salah satu spot favorit saya. Jadi untuk tiba di danau ini kita harus trekking terjal sekitar 15 menit. Sensasi anak gunung berasa di sini. Habis deg-deg an dan berkeringat gegara jalurnya yang aduhai, mandi ditemani ribuan ubur-ubur sangatlah menyenangkan. Terbayar sudah rasa lelah ketika trekking.

6. DAFALEN KECIL (LOVE KECIL)

Ada dua view love alami di Misool. Pertama adalah Dafalen kecil atau bisa disebut dengan love kecil. Soalnya bentuk love alaminya memang berbentuk lebih kecil.

Lagi-lagi trekking untuk menuju tempat ini juga sangat aduhai, jalur seadanya dan bersebelahan langsung dengan tebing bikin kita harus hati-hati banget.

7. DANAU KARAWAPOP

Ini adalah spot yang paling mencengangkan, bagaimana tidak. Setelah mendaki ratusan anak tangga kita akan di kasih view yang luar biasa indah. Seriously you must see itu by yourself.

8. GOA PUTRI TERMENUNG

G

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai Guys,
What's Up!

Hai ini senin tanggal 20 Januari 2020. Gak maksa sih, tapi kebetulan banget aku mau share tentang resolusi aku tahun ini. Judulnya

RESOLUSI 2020: 10 NEGARA 10 GUNUNG

Percayalah ini judul juga baru kepikiran tadi. Soalnya mikirin hal apa yang mudah biar aku keinget terus ama resolusi aku di tahun 2020. Terus maksain deh mau ke 10 Negara dan 10 Gunung, Biar enak aja Di inget. Wkwkwkwkw.

Kesannya sombong dan berlebihan yak, tapi namanya juga impian. Ya harus mimpi sebanyak mungkin dong, jadi walaupun gak kesampean semua paling gak ada yang nyantol.

Selain mengunjungi 10 Negara dan 10 Gunung, masih ada banyak resolusi di bidang lain. Ya udah langsung aja aku jabarin ya, bukan untuk pamer, tapi sebagai penyemangat biar aku lebih giat cari cuan. Hehehe.

A. IRESOLUSI TRAVELING:

10 NEGARA

Seperti yang udah aku tulis dijudul, jadi impian menginjakkan kaki di 10 Negara dan 10 Gunung bakalan jadi highlight aku tahun 2020. Sebenarnya aku juga gak yakin bakalan bisa menuhin misi ini, tapi hidup kan penuh kejutan, kita gak tahu apa yang bakalan terjadi.

Kayak beberapa hari lalu aku dapat kabar bahwa aku jadi pemenang "Best of the Best" for the D'traveler of the year 2019 yang berhadiahkan trip ke Filipina. Woww.... Lebih dekat untuk nyoret satu negeri impian dong. Oke berikut negara yang aku harap bisa aku kunjungi tahun ini. Yaitu ASEAN. Alasan utamanya adalah bebas visa. Jadi gak ribut dan pasti bisa pergi asalkan punya paspor dan tiket. Nah paspor udah ada tinggal hunting tiket nih, ada yang mau kasih tiket pesawat gratiskah? xoxoxo

Jadi negara yang pengen aku kunjungi adalah:

Filipina. Semoga berjalan lancar antara bulan Maret- April 2020.


Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia dan Singapore. Mau backpacker an bareng kembaran, Mawar, dan kak Ani. Rencananya libur lebaran nanti, pertengahan Mei sampai awal Juni 2020.

Hongkong dan Makau. Ini optional sih, kalau ada duit baru berangkat.. Hahahaa... Semoga ada rejeki bisa berangkat bulan Oktober 2020.


Myanmar, biar bisa liat balon udara harus ke sini bulan Desember 2020.

Nah semoga semua negara ini bisa aku datangi di tahun 2020, ya meski keliatan mustahil tapi gak ada salahnya bermimpi kan.

10 GUNUNG

Selain keluar negeri, impian aku di tahun 2020 adalah bisa mendaki ke 10 Gunung. Gunung apa aja bebas, yang penting sampai 10 Gunung. Berhubung masih newbie di dunia perhubungan, aku pilih gunung yang standar aja, ya syukur syukur bisa ke gunung yang menantang. Tapi ini liat nanti aja gimananya. Paling enggak untuk saat ini list gunung yang pengen aku daki adalah:

1. GN. SEMERU
2. GN. RAUNG
3. GN. SLAMET
4. GN. RINJANI
5. GN. KERINCI
6. GN. MERBABU
7. GN. SINDORO
8. GN. LAWU
9. GN. SUMBING
10. GN. ARJUNA

ETDAHH... Ini dimana standarnya coba... Wkwkwkwk.... Udah ada 3 dari 7 summit Indonesia inimahhh. Hahahaha. Gpp namanya juga mimpi. Kita liat aja setahun ini gimana. Hehheee

B. RESOLUSI KESEHATAN

Berhubung udah menginjak umur 30 tahun, aku akan lebih concern menjaga kesehatan. Ya salah satunya dengan naik gunung juga sih. Wkwkwkkw. Selain itu target aku adalah:

1. Olahraga: 3x Seminggu jalan kaki 30 menit.
2. Minum air putih 2 liter/ hari. Kelihatannya simpel ya, tapi aku sudah banget minum air putih
3. Rajin makan buah segar.
4. Kalau bisa rutin puasa senin-kamis (Dulu ini udah sering, tapi gegara pernah berhenti lama sekarang susah lagi mulainya. Hufftt)
5. Rutin minum susu, kemarin abis periksa, kesehatan tulang aku buruk banget, padahal baru 30 tahun udah kena osteoporosis atau apa gitu yang kalau gak segara ditangani akan naik ke fase osteoporosis. Hikss


C. RESOLUSI KARIER

Gak ada yang spesifik, pengennya mah gaji besar kerjaan dikit dengan waktu yang bebas. Wkwkwk. So aku udah sidejob jadi youtuber. Target tahun ini udah bisa 50 ribu Subscriber dan udah pasang iklan pastinya. Semangat semangat!

Untuk blog, semoga lebih rutin update artikel. Hmmm meski aku agak males, soalnya kegnya ribet dan susah dehh mau cari uang dari ngeblog, tapi ga deh. Paling gak aku kalau aktif di detiktravel tahun 2021 bisa kepilih jadi "the most published" wkwkwkwk. Ini targetnya. Lumayan hadiahnya kalau bisa dapat kamera. Hahahaha.

D. RESOLUSI SKILL

Ini semacam skill random biar gak bosen hidup. Semoga ada rejeki bisa kursus nyetir mobil, bisa ambil lisensi diving. Terus yang kudu rajin belajar main gitar, perbaiki bahasa inggris dan bahasa korea lewat belajar Online aja. Hahahaha. Semoga bisa ya guys..

E. RESOLUSI CINTA

Hemmm.... berat ini. Kalau kategori resolusi yang lain bisa di usahain, tapi untuk resolusi cinta kog kegnya susah ya. Wkwkwk. Ya harapannya tahun ini bisa ketemu jodoh aja, syukur-syukur cocok.

Demikian resolusi 2020 aku. Semoga banyak hal yang bisa aku capai. Semoga bisa mengingatkan aku untuk tujuan hidup ke depan. Kalau kalian apa resolusi kalian guys?

With Love,

Mrs






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai Guys,
Anyyong...


Memasuki hari ke-10 di tahun 2020...HATI berontak buat nulis tapi otak mager banget! Well... inilah dia kaleidoskop 2019 yang aku jalani dengan sangat antusias berkat tiket pesawat murah yang masih aku bisa dapatkan sampe pertengahan Mei. Tahun 2019 bisa disebut jadi tahun yang sibuk tapi ya gak sibuk-sibuk amat. Loh gimana toh... ya yang pasti 2019 penuh dengan berita viral dan menghebohkan. Sebut saja pernikahan Syahrini-Reino Barack yang katanya temen makan temen, padahal kan enakan juga makan mendoan pake cabe. Kasus Audrey yang katanya cuma prank. Ini parah banget sih! Terakhir kasus 'ikan asin' yang menggemparkan medsos Indonesia. Disertai bermunculannya artis viral hits yang makin melejit dengan fenomena gak pentingnya. Ya Lord kenapa aku malah jadi gibah!

Ke berita yang lebih serius, 17 April 2019 diadakan pesta demokrasi terbesar Di Indonesia yups bertepatan dengan ultah gue yang ke-30 (fix gue tua!). Ehh ada berita apalagi ya... Yang pastinya banyak, kalau dibahas semua gak bakalan kelar deh. Ya udah mari mulai ke kaleidoskopnya.

JANUARI: RAINY Month!

Seperti biasa diawali dengan bulan yang selalu sendu, Januari yang selalu hujan. Liburan keluarga gak kemana-mana, cuma main ke curug dan caping Park di Purwokerto. Selebihnya nangkring di rumah karena belum punya mobil yang bisa menjagai kami sekeluarga dari panas dan hujan. Jadi pada mager, akhirnya staycation aja di rumah. Hiksss

Kalo pergi bareng temen, aku pergi bareng Santi. Rencananya juga gak jelas mau kemana, aku sih sekadar nemenin Santi aja yang lagi kondangan ke Jogja. Padahal rumah aku di Purbalingga, tapi dia minta temenin aku main di Jogja coba. Tapi demi persahabatan akupun nurut.

Setelah diskusi sana sini via WA akhirnya kami memutuskan untuk ke Prambanan, Tebing Breksi, sunrise-an di bukit Panguk walau mendung, dan siangnya uji nyali naik gondola di atas Pantai timang. Parah ini heboh banget sih aku.. Hahahaha. Unforgettable moment!

FEBRUARI: TRAVELING N TEACHING

Wah kalau ngomongin bulan Februari ini aku langsung mewek. Masih inget banget detail kejadiannya. Oke, jadi biasanya aku kalau traveling ya sekedar traveling, nah karena bosan aku pengen sesuatu yang beda. Dapat info dari temen, bisa jadi volunteers buat teaching sekalian traveling di Biak. Tanpa tunda-tunda aku langsung daftar jadi volunteer. Puji Tuhan aku diterima.

Sedikit cerita jadi dari dulu aku memang punya impian bisa ngajar anak-anak di pedalaman. Ya salah satunya di Papua. Dan akhirnya impian ini tercapai. Walau cuma 2 hari, akhirnya aku bisa berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan anak-anak SD Samares, Biak. Duhh Tuhan makasih banget untuk kesempatan ini.

Seperti judulnya, sesudah teaching seharian, keesokan harinya saya dan volunteer lainnya diajak ke danau biru wopersnondi yang indah banget. Gilakk, Papua emank sebagus itu. Aku bersyukur banget bisa dapat tiket 400 - 600 ribu (lupa lupa ingat) untuk bisa tiba di pulau terujung ini. Kalau tiket normal mah udah bisa sampe ke Eropahh.

MARET: BERENANG BARENG IKAN TERBESAR DI DUNIA!

Bulan Maret aku juga mengalami peristiwa yang gak bakalan aku lupain seumur hidup aku, yups berenang bareng ikan terbesar sedunia aka whaleshark! Wahh seumur-umur berenang di lautan baru kali itu aku sampe lupa napas saking takjub dan terkesimanya. Selain itu aku juga pertama kalinya bermain bareng ribuan ubur-ubur udah cem SpongeBob. Sensasi ini bisa aku rasakan karena nekad ikut trip ke Derawan dan sekitarnya. Aku jatuh cinta banget sama tempat ini. Meski harus siap menderita naik speedboat kencang selama berjam-jam. My pray, I can back to this place with my family. Amen.



APRIL: MONTH OF LOVE


Bisa dibilang bulan April adalah highlight selama tahun 2019. Soalnya aku ngetrip ke Palembang dan Bangka. Ya meski Palembang dan Bangka cuma ODT an sih, tapi aku bersyukur banget udah bisa mampir hehehe. Meski harus tidur di masjid bandara, gegara hotel yang aku mau inapi secara gratis gak ngasih kabar. Huffhh...




Selain itu aku juga akhirnya ke Misool yang ada di Papua Barat. Yeayyy.... pengennya sih sekalian sama Wayag dan Pianemo, berhubung bujetnya kurang yang pilih salah satu deh. Milih misool soalnya kalau Wayag dan pianemo kan udah mainstream jadi aku mikirnya bakalan ada banyak OT yang kesana, jadi rencananya pengen ke Wayag dan Pianemo bulan Mei sembari nungguin ada duit, ehh tetep gak ada duitnya jadi belum bisa mencoret wishlist ini. Hemm, sampe aku sempet nyesel ke Palembang dan Bangka loh, soalnya duit aku Mayan abis banyak gegara solo backpackering, tapi ya udahlah ya namanya juga pengalaman. Berharap aja tahun 2020 ada rejeki bisa menginjakkan kaki di Wayag dan Pianemo. Aku mau snorkling!

MEI: PUASA TRAVELING

Sebenernya bulan Mei aku udah issues tiket ke Biak lagi, tinggal berangkat aja tapi karena ada something akhirnya gak jadi. Di bulan ini juga pengen ke Wayag dan Pianemo, berhubung duitnya gak cukup ya gak jadi. Hemm sedih banget padahal ini adalah akhir dari keanggotaan sjpass berlaku. Say goodbye to cheap flight.. Anyyong....

JUNI: FIRST PENDAKIAN



Berhubung udah gak ada tiket pesawat murah lagi, akhirnya aku ganti haluan. Gak ke pantai dulu. Ya udah puas juga sih, jadi biar murah dan ganti suasana aku memutuskan untuk coba mendaki gunung. Ya gak langsung gunung yang tinggi, tapi yang santai landai dulu dong. Syukurnya ada temen yang mau juga, fix akhir Juni ngecamp di Ranu Kumbolo. Waktu itu lagi heboh karena cuaca yang ekstrim maka banyak salju pas pagi hari. Walah gak setebal salju di Eropa, tapi tetep aku aku norak. Hahahaha. Sepulang dari rakum aku, mommy Nola dan Santi ditemani ka Desi, Wisata malam di Surabaya terus mampir ke bukit Jaddih, ini kali pertama aku makan bebek Sinjay, dan gilakk, enak banget!



JULI

Liburan keluarga ke Jakarta. Aku, mamak, bang bo berangkat ke Cileungsi, ke rumah Ka Ina, ketemu Lionel dan bang Padoz. Keesokan harinya baru kami ke Jakarta bareng ditraktir makan besar ama bol bol, adek kesayangan di Bali resto yang ada di Ancol. Setelahnya kami main ke sea world liat beberapa atraksi. Malamnya nonton air mancur di Monas lalu kami staycation di hotel Harper cawang. Lumayan lah buat family time!

AGUSTUS

Akhir Agustus akhirnya aku motoran lagi. Yeayy. Sekian lama gak motoran jauh, ditemani Devi, kami pergi ke Jogja mau liat ArtJog 2019. Udah penasaran banget sama pagelaran ini, puji Tuhan sekarang udah gak penasaran lagi. Lama gak motoran ternyata aku udah gak setangguh dulu, capek euy. Udah gitu harus muter jalan karena ada perbaikan jalan. Hufftt.... tapi tetep seru euy, setidaknya mengobati kerinduan akan motoran. Hehehe
ke jogja liat artjog

SEPTEMBER

September aku di rumah aja, gak kemana-mana. Takut jodoh aku lagi main ke rumah, ehh ternyata gak dateng. *halumodeon

OKTOBER: NAIK GUNUNG PERTAMA KALI DI UMUR 30 TAHUN



Akhir Oktober pertama kali aku naik gunung diumur yang ke-30. Rasanya wowww... Luar biasa!! Salut ke diri sendiri... Udah gitu perginya bareng temen-temen deket dan ini juga jadi trip bareng kembaran, Mawar, setelah sekian lama gak pernah ngetrip bareng. Trip gunung ini awalnya banyak orang, eh lama-lama pada mundur. Wkwkwkw. Tenang kita pake OT dan gunungnya pun gunung favorit para pendaki pemula, ya apalagi kalo bukan gunung Prau. Hehehe


November : KONDANGAN KE LAMPUNG

Pertengahan Desember, aku pergi ke lampung untuk kondangan nikahnya fian aka piun aka nyonnyon. Cuma bentar doang di Pringsewu tapi cukup mengobati rindu akan keluarga angkat di Pringsewu. Ketemu bapak ibu eyang dan mantan rekan kerja pas ngajar di Lampung.



Sebelum ke Lampung aku selalu transit di Jakarta, untungnya ada kostnya kembaran jadi selalu di traktir makan enak. Bahkan sepulang dari lampung sempet trip bareng ke Pulau Papatheo bareng bpj. Seru banget first time nenda di pinggiran pantai ditemani orang baru yang menyenangkan.



DESEMBER: Komunitas Baru

Akhir tahun juga dipenuhi hujan. Bikin mager. Gak ada trip khusus, tapi untuk pertama kalinya ikutan acara Kubbu. Dalam rangka anniv Kubbu yang ke-4. Bersyukur dan senang banget bisa join acara ini, ketemu banyak orang yang luar biasa. Aku berharap bisa banyak belajar tentang blogging dari para suhu ini. Jadi blog aku gak gini-gini aja. Hikss..


Selain ikut acara anniv kubbu, tujuan utama aku ke Jakarta adalah untuk jemput Lele kesayangan aka Lionel. Soalnya kalau nungguin tante B dan tulangnya kelamaan. Jadi aku jemput deh. Hehehe



Ya demikian cuplikan kaleidoskop 2019. Ada banyak cerita yang terlupakan juga. Wkwkwkwk. Ya makin tua makin pikun ini. Hemm... kedepannya langsung nyicil aja seru kali ya..... jadi gak bingung nyari foto kayak sekarang. Hahahaha. Ya udah gini dulu, lanjut bikin resolusi 2020.

Happy Reading Segerakan Traveling!

With Love,

MRS
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai Guys,
Anyonghaseyo!



Kalau di postingan sebelumnya aku bahas tentang gunung Prau. Kali ini aku mau bahas tentang tempat yang aku daki persiapan sebelum nanjak gunung sesungguhnya. Iya, jadi untuk adaptasi badan, aku pilih trekking yang landai dulu tapi jaraknya cukup jauh, jadi bisalah latihan untuk bawa carry dulu. Hehehe. Ya tempat itu adalah Ranu Kumbolo. Post pemberhentian untuk mendirikan tenda bagi pendaki yang hendak menuju atap Jawa, Puncak Mahameru. Jadi aku gak ke puncaknya ya guys, cukup sampai Ranu Kumbolonya aja. Namanya juga baru penjajakan.

Perjalanan ini aku lakukan bersama 5 temanku yaitu dengan Santi, Mom Nolla, Uli, Om Eka dan Ganjar (Baru kenal di trip ini) yang berlangsung setelah lebaran tahun ini, sekitar akhir Juni. Walau awalnya aku agak berat kayak jadi gak jadi soalnya lagi gak ada duit. Hahahaha. Ehh syukurnya aku menang giveaway dapat kamera polaroid terus aku jual murah deh. Lumayan buat biaya jalan-jalan. Memang ya, dimana ada kemauan pasti ada jalan. Hehehe

Perjalanan aku mulai Purbalingga naik travel ke Yogyakarta. Harusnya ada tiket langsung, tapi karena aku masih belum pasti enggaknya berangkat jadi belum beli tiket kereta, akhirnya kehabisan deh. So aku akalin dengan naik kereta dari Yogyakarta. Tak dinyana malah bisa ketemuan ama Afgan yang lagi ada di Yogyakarta juga. Kami sempat berjalan-jalan di sekitar Malioboro.

Akhirnya sekitar jam 10 malam aku berpisah ama Afgan, soalnya kereta aku jam 11 malem. Nah di sini ada kejadian lucu sekaligus mengesalkan. Jadi aku kan gak terlalu perhatiin aku berangkat dari stasiun mana, seinget aku stasiun Lempuyangan dan gak aku cek lagi dong. Lalu dengan pedenya aku pergi ke stasiun Lempuyangan, kebetulan ada anak gunung lain yang mau ke Lempuyangan juga, ya udah akhirnya gabung mereka dan jalan kaki dong dari Malioboro ke Lempuyangan yang katanya deket. Ehh ternyata jauh pemirsahh.... dudududu... efek mau ngirit malah jadi capek banget! Tapi hufftt....

Setelah sekitar 20 menit berjalan akhirnya tiba juga di stasiun Lempuyangan. Langsung menuju counter untuk cetak tiket. Terus pas aku masukin kodenya kog gak berhasil-hasil. Katanya belum bisa dicetak. Lohh padahal ini udah tinggal tinggal 30 menit sebelum keberangkatan. Wah langsung panik dong, aku berusaha hubungi adik aku yang mesenin tiket via online. Duhh mana udah hampir tengah malam. Syukurnya adik aku masih bangun dan bilang kalau aku itu harusnya berangkat dari stasiun Tugu. Whattt!!!

Serius panik banget, tahu sendiri kan jadwlan kereta yang selalu tepat waktu padahal waktu tinggal 20 menit-an lagi. Mencoba tenang aku langsung pesen ojol. Untungnya langsung dapat, tapi tetap aja ojolnya datangnya lama. Sebenarnya mungkin gak lama, cuma akunya yang dikejar-kejar waktu. 5 menit berjalan akhirnya ojolnya datang. Duh langsung naik dan minta tolong ama drivernya untuk ngebut. Drivernya sih dengan santai bilang "tenang mba, gak sampai lima menit pasti udah sampai". Sebenarnya itu udah cepet banget, tapi aku masih mikirin spare time untuk jalan ke dalam stasiun, cari konter cetak tiket, pengecekan tiket dll pasti bakalan makan waktu lama.

Sesuai yang dibilang tukang ojek ya, lima menit kemudian aku udah sampai di pintu masuk stasiun. Sambil mengucapkan makasih aku pun berlari mencari konter tiket. Oiya, tahu gak aku naik ojol cuma bayar 1 rupiah.. Hahaha. Lagi ada promo. Kembali ke cerita awal, begitu ketemu konter tiket, aku langsung cetak tiket dan melewati pemeriksaan. Kayaknya sekitar jam 23:30 aku sampai deh, terus tanya ke petugas apakah kereta yang akan aku naiki sudah ada, terus dijawab petugas, belum datang karena ada keterlambatan. Huahhh... lega sekaligus lapar, akhirnya nyari makan deh. Ternyata kereta baru datang 1 jam kemudian. Baiklah markibo.. Mari kita bobo..

Keesokan paginya aku tiba sekitar jam 8 pagi di stasiun Malang. Waktu tiba bersamaan dengan Ganjar. Jadi setelah sarapan aku dan Ganjar pergi ke Hotel tempat Om Eka nginep. Lagi-lagi demi irit dan sekalian stretching karena udah lama duduk kami berdua sepakat untuk jalan kaki, karena kalau liat di map sih jaraknya deket. Udah tahu dong hasilnya, kami kesasar dan ternyata jaraknya lumayan jauh kalau di dunia nyata.
Lelah hayatiii...

Gak lama kemudian datanglah Mom Nolla, Santi dan Uli. Mereka bertiga memang sekereta. Setelah beberes dan repacking kamipun siap berangkat. Mobil jemputan sudah ada di parkiran hotel. Kamipun berangkat menuju tumpang terlebih dahulu. Jadi di Tumpang ini kami berganti mobil ke mobil jeep. Sembari makan siang terlebih dahulu. Oiya di sini ada mie yang enak banget loh. Wajib coba.

Setelah siap kamipun berangkat menuju Ranu Pane, yang adalah desa terakhir sebelum pendakian. Kami tiba di basecamp sekitar pukul 14.00. Lalu kami menuju ruang briefing untuk mendengarkan penjelasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pendakian.

Jam 15.00 kamipun berangkat dengan semangat, jalur masih selow...gak berapa lama, udah ada jalur nanjak, langsung engap dehh.. Hahaha. Sebenernya gak tinggi-tinggi banget sih, cuma karena kurang olahraga jadi berasa engap. Padahal aku udah berusaha olahraga 2 minggu sebelum pendakian, hayo kebayang gak betapa engapnya diriku kalau gak olahraga sama sekali.

Syukurnya ada pos bayangan sebelum pos 1. Di pos ini ada yang jualan semangka loh. Wah aku yang baru pertama kali liat beginian langsung takjub. Kebayang dong, udah capek nanjak langsung bisa makan semangka manis segar. Nikmat!

Selesai istirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan kembali, jalurnya udah lebih landai. Jadi udah gak terlalu engap. Sama seperti yang udah-udah maka di sini tiap pos ada yang jualan semangka dan makanan lainnya. Jadi aku gak terlalu ngeluh sih, karena tiap berasa capek langsung inget semangka menanti. Hahaha. Selain semangka wajib banget nyoba tahu petisnya. Apalagi di pos 3, parah juara banget sihh ini. Aku yang awalnya gak terlalu doyan aja langsung doyan banget. Sayang aja gak bisa makan terlalu banyak karena takut sakit perut. Soalnya petisnya pedes banget. Ehh ini kenapa jadi ngomongin makanan mulu yak.

Akhirnya setelah pos 3 jalanan mulai gelap, karena sudah mulai malam. Aku yang gak bawa senter (jangan ditiru) hanya bisa mengandalkan sinar senter temen yang di depan untuk berjalan. Berhubung gelap jadi harus hati-hati banget jalannya. Lagian salah sendiri gak bawa senter.
Oiya, udaranya cukup dingin sih buat aku, jadi banyak bergerak biar gak terlalu kedinginan.

Kayaknya trek dari pos 3 menuju pos 4 hingga tiba di Ranu Kumbolo adalah yang paling berat. Berat dalam artian gak landai-landai amat dan jaraknya cukup jauh. Berhubung berjalan malam memang gak terlalu berasa sih, tapi ya cukup menguras tenaga. Jadi pastikan kalian dalam kondisi yang fit ya kalau mau ke Ranu Kumbolo.

Malam sekitar jam 20:30 kami tiba di area camp rakum, syukurnya kami pake Open trip (OT) jadi begitu datang udah tinggal masuk tenda. Hemmm syukur banget sih ini langsung pake OT karena awalnya mau jalan sendiri biar lebih irit. Wwkwkwkwk. Untung gak jadi, walau sedikit lebih boros paling gak kita nya happy, gak perlu lama masak udah dimasakin. Hahahhaa

Malamnya, aku, Santi dan Mommy Nolla berusaha tidur. Sebenernya aku udah gak tahan ama dinginnya, aku kedinginan di daerah kaki, kalau badan sih hangat. Tapi kalau udah kaki kedinginan ya repot juga. Alhasil sudah tidur. Tapi aku maksain mejemin mata, jadi kadang ketiduran kadang kebangun karena dingin.

Lain halnya dengan Santi, kegnya efek makan tape dia jadi masuk angin. Dia kebangun tengah malam, aku udah kayak mau mual juga denger dia mual, mana udara dingin banget! Syukurnya setelah dipijet ama mommy Nolla, Santi cukup membaik. Akhirnya kami bertukar posisi, dia ditengah dan aku di pinggir, akhirnya aku dan santi bisa tidur. Ya walau dipaksakan.

Keesokan paginya aku udah males bangun, dingin parah!! tapi maksain diri bangun demi hunting sunrise dan begitu keluar.. Brrrrr udah kayak bukan di Indonesia, aku menggigil kedinginan. Parahh sihh ini cuaca memang lagi minus banget, bahkan sampai ada bunga-bunga salju di atas dome. Wowwww Jawa Timur rasa Eropahhh..

Sembari nunggu sesi foto aku pun gerak sana sini untuk mengurangi dingin. Setelah sekian lama akhirnya mentari mulai menghantarkan panasnya, Puji Tuhan gak terlalu dingin lagi.

Sesi pemotretan pun terus berlanjut, pindah spot sana sini. Mengabadikan setiap moment yang ada. Ketika mulai siang kami pun sarapan terlebih dahulu. Rencananya kami akan naik tanjakan cinta untuk sampai di ora ora ombo.

Selesai sarapan tanpa buang waktu kamu menuju tanjakan cinta, yang terkenal akan mitos katanya kalau naik gak boleh nengok ke belakang, kalau gak nanti putus ama pasangannya. Aku sihh nengok aja, pasangan aja belum punya mau putus gimana coba. Xoxo

Selesai pemotretan sana sini dan menikmati keindahan yang ada kami pun kembali untuk pulang. Ya karena hari juga semakin siang, jadi kami harus segera pulang. Berangkat tengah hari sekitar pukul 12 siang kami pun tiba kembali sekitar jam 16.00 di base camp.

Sungguh perjalanan yang penuh perjuangan. Tapi aku sendiri bersyukur bisa melihat langsung keindahan ranu Kumbolo yang biasanya cuma bisa dilihat dari feed IG para traveler panutan. Rasanya kalau bilang Ranu Kumbolo adalah ranu tercantik dan terindah di Jawa Timur adalah hal yang sangat wajar. So tunggu apalagi, segera susun rencana ke sini, yakin dehh kalian akan terkesima.

Happy Reading, Segerakan Traveling!

With Love,


MRS




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai Guys,
What's Up!


Kali ini aku mau cerita tentang Goa yang ada di Cirebon. Namanya goa Sunyaragi. Perjalanan ini masih dalam rangkaian one day trip ke Cirebon bersama backpacker Jakarta (BPJ).

Waktu itu sore sudah menyapa. Sinar matahari mulai bersiap kembali ke peraduannya. Tapi jangan salah goa ini justru kebanjiran pengunjung. Ada begitu banyak orang di tempat ini.


Setelah melewati pintu masuk, saya dan rombongan terlebih dahulu berfoto di depan tulisan "Goa Sunyaragi". Mumpung cahaya masih bagus. Puas foto keluarga bersama kamipun berpisah masing-masing untuk mengelilingi goa yang katanya merupakan salah satu jejak sejarah kerajaan Cirebon.


Goa Sunyaragi ini berada di kelurahan Sunyaragi, kesambi, kota Cirebon. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, jadi tidak heran banyak orang yang menjadikan goa ini salah satu tempat wajib kunjung jika bermain ke Cirebon. Goa yang namanya berasal dari bahasa sansekerta "sunya" yang berarti sunyi/sepi dan kata "ragi" yang berarti raga ini, nyatanya sudah tak sesunyi dulu lagi.


Ya tujuan utama gua ini dahulu didirikan memang untuk tempat menyepi atau untuk bertapa para sultan dan keluarganya.


Lain dulu lain sekarang. Saat ini banyak sekali pengunjung yang datang untuk berjalan jalan dan cari spot terbaik untuk foto. Memang reruntuhan kaya dari goa ini menjadi daya tarik tersendiri. Terkesan unik dan mistis.



Begitupun dengan saya dan Afgan, kami mengelilingi tempat ini sambil berhenti untuk foto di setiap spot. Hahahaa.



Happy Reading Segerakan Traveling!

With Love,
MRS

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Hai Guys,
What's Up!

Kalau di postingan sebelumnya aku bahas tentang danau hati besar Karawapop, maka kali ini aku akan bahas danau cinta versi mininya, yaitu danau love kecil atau biasa di sebut Dafalen.


Berbeda dengan danau Karawapop yang bisa di daki melalui tangga, untuk menuju puncak demi melihat danau hati kecil ini maka trek yang akan didaki lebih berat. Memang ada tangga kayu tersedia, tapi jarak antar tangganya itu jauh banget kayaknya dibuat standar panjangnya kaki bule. Apadaya kaki saya yang pendek ini. Jadi tinggi satu anak buah tangga itu hampir setengah tinggi badan saya, nah loh kebayang dong perjuangannya.


Selain itu di beberapa titik, tangga kayunya udah mulai rusak bahkan hampir tak bersisa. Beneran dehh harus hati-hati banget pas daki bukit ini.

Diperlukan sekitar 20 menit untuk sampai puncak, memang gak terlalu tinggi, tapi rutenya yang terjal dan miring banget yang bikin agak merinding.

Sesampainya di puncak, langit yang dari tadi mendungpun mulai mengeluarkan rintiknya. Ya ampun, baru juga sampai puncak. Langsung deh saya dan teman giliran untuk berfoto ala kadarnya. Yang penting ada bukti udah pernah ke puncak ini. Hehehehe

Selain permukaan air yang menunjukkan view berbentuk hati, di sisi lain kita bisa melihat indahnya gugusan bukit dengan air hijau toscanya. Sayang langit sudah sangat mendung. Jadi gak keliatan jelas keindahannya.



Guyuran hujan semakin deras, gak ada tempat berteduh untuk berfotopun udah gak memungkinkan. Ada teman-teman saya yang langsung turun, sedangkan saya memilih untuk berteduh. Ehh ternyata hujan gak kunjung reda. Mau gak mau turun deh.

Waktu turun jadi lebih susah, karena kami harus ekstra hati-hati. Duhhh pokoknya udah berasa kayak anak gunung terjebak hujan deh. Biar aman kami memilih pelan yang penting selamat. Lagian udah basah ini.

Akhirnya kami tiba di dermaga kembali. Ada teman-teman yang masih berfoto juga. Kayaknya sih karena kurang puas foto di atas. Hehehe.

Demikianpun dengan saya. Bayangin aja, kami mendaki sekitar 20 menit, ehh di puncak gak sampai 5 menit. Hemmm semoga ada rejeki lebih biar bisa balik lagi ke sini. Amin.

Happy Reading Segerakan Traveling!

With Love,

MRS



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Kubbu

Kubbu Network

http://kubbu.net/

https://kubbu.net/wp-content/uploads/2019/06/logo-kubbu-komunitas-blogger-dan-buku-300x225.jpg

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • Agustus 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Maret 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Oktober 2020 (30)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (4)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Agustus 2019 (3)
  • Juli 2019 (4)
  • Juni 2019 (5)
  • Mei 2019 (4)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (5)
  • Februari 2019 (3)
  • Januari 2019 (4)
  • November 2018 (3)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (3)
  • Juli 2018 (4)
  • Juni 2018 (3)
  • Mei 2018 (3)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (8)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (11)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (4)
  • September 2017 (1)
  • Agustus 2017 (8)
  • Juli 2017 (4)
  • Juni 2017 (2)

Created with by ThemeXpose