• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Good Morning,

Single Ladies and Single Men.



Pagi ini aku ngakak ketika membaca mysterious topic hari ke-enam KUBBU 30 Hari Menulis Cerita. Rasanya KUBBU akan menguliti diri ini sedikit demi sedikit.😂

But it's okay. Sebagai wanita yang sangat amat cuek, pertanyaan " Kapan nikah?" hanya kuanggap sebagai angin lalu. Bahkan jujur, kalau ditanya apa keinginan terbesar untuk bisa aku capai lima tahu ke depan, jawaban aku enggak ada yang nyerempet ke arah hubungan. Even cuma pacaran. Sampai aku berpikir, " What's wrong with me?"

I don't know why,  tapi mungkin terbiasa dididik secara displin dan mandiri sejak kecil ama bapak made me become an independent woman. Kehidupan wanita batak keras guys, makanya jangan heran lihat muka mereka yang bak sekuriti padahal hati mah hello kitty.

Waktu SMP dan SMA bapak ngelarang keras anak-anaknya pacaran. Waktu kuliah akupun cukup sibuk karena harus bekerja juga. Lulus kuliah dan fulltime kerja, aku sibuk kerja dan ikut komunitas. Belum lagi harus pelayanan di hari sabtu dan minggu. Intinya aku kekurangan waktu, jadi jangankan mau cari pacar, bisa rebahan di hari minggu aja merupakan sebuah previleage

Lalu kenapa enggak cari pacar sembari ikut komunitas atau pelayanan. Ya karena enggak ada yang deketin, oops. Entah ini sebuah narsisme atau bukan, tapi beneran enggak ada yang berani  deketin gue . Sosok wanita mandiri dan terkesan enggak butuh lelaki mungkin itu yang dilihat kebanyakan orang dari diriku. Hahaha. Eh tapi kayaknya karena aku memang bukan tipe wanita idaman. Wkwkwk

Sedih? Enggak dong justru aku tidak harus pusing menyaring lelaki mana yang pantas dan enggak. Sederhananya gini, kalau dari awal aja udah enggak berani deketin itu lebih dari cukup sebagai bahan penilaian aku akan mental dan daya juang seseorang. Dari sini kelihatan calon suami bakalan gimana bentukannya. 

Teman-teman online-ku banyak yang enggak tahu ini, dan enggak mungkin lah aku cerita, kesannya kog kepedean amat. Lalu akhirnya banyak yang bilang aku terlalu pemilih, standarnya ketinggian dan lain sebagainya. Akupun hanya bisa tertawa. Ya kali kita mau nikah enggak punya standar. Lah wong aku mau beli sesuatu mesti baca review sana sini. Apalagi mau cari pendamping hidup sampai mati.

Membaca banyak baca buku juga bikin aku dari dulu sudah serius dalam menanggapi sebuah hubungan. Maksudnya gini, ketika teman aku banyak yang pacaran hanya demi status. Aku justru menganggap pacaran itu sebuah langkah awal menuju pernikahan. Iya sihh enggak semua hubungan pacaran akan mengarah ke sebuah pernikahan. Cuma kalau dari awal udah selektif, kita bisa lebih hemat banyak waktu daripada harus kebanyakan drama.

Selain itu kenapa aku selalu cuek menanggapi pertanyaan "jalan-jalan mulu, kapan nikahnya?"' Adalah karena aku sangat bahagia menjalani hidup aku sekarang. Bukan berarti aku sosok yang punya segalanya. Tabungan masih tipis, hidup numpang di rumah orang tua, gajipun tak seberapa. Cuma yang bikin aku terus happy adalah aku mencintai semua kegiatan yang aku lakukan dan aku bersyukur bisa melakukannya.

Jadi berikut 6 alasan yang bikin aku betah sendiri:

1. Karena aku jomblo.

2. Karena aku single.

3. Karena aku lajang.

4. Karena aku belum menikah.

5. Karena aku bebas.

6. Karena aku bahagia.

So single ladies and single men. I hope you can find your own happiness first. It's okay to be different . Just do what you want and love then be happy.

Terkhusus untuk para wanita, yukk keep supporting each others. It' s okay being single. Jangan lukai harga dirimu karena hanya untuk sebuah status. This is your life  your choice your happiness. Enjoy it!


Sebuah epilog:

Percakapan antara aku dan pak dosen S1 panutanku, karena dia rajin banget baca buku.

Dosen: "Kamu yakin mau lanjut S2?"

Gue:" Iya pak" jawabku dengan semangat.

Dosen:" Hati-hati loh nanti lelaki pada takut deketin, udah                   S1 aja."

Gue: (Speechless) dalam hati ngomong  " ya siapa juga yang           mau sama dia pak..!"

Sejak saat itu aku enggak ngefans lagi sama bapak itu. 😅


A Happy Single Lady,

-MRS-

Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar

Selamat Siang Traveler,

Memasuki hari ke-lima KUBBU 30 Hari Menulis Cerita kali ini temanya aku banget. " Bucket List Travel" wahh biasanya bingung mau nulis apa, kali ini aku justru bingung karena banyak banget yang mau ditulis. Hehehe

Percaya enggak percaya, sejak kecil aku punya keinginan untuk keliling dunia. Aneh ya, enggak tahu keinginan itu berasal dari mana. Yang pasti aku pernah nulis impian ini di salah satu wish list aku. 

Seiring berjalannya waktu dan mulai menyadari beratnya hidup. Impian inipun tenggelam dimakan kenyataan dunia orang dewasa. Tahun 2017, tahun paling menyenangkan sekaligus paling berat yang harus aku lalui, di tahun ini aku mulai traveling, tapi di tahun ini juga aku kehilangan sosok paling berarti dalam hidup aku. Aku ambil positifnya, mungkin Tuhan sudah mempersiapkan ini biar aku lebih memiliki semangat untuk menjalani hidup.

Singkat cerita, tahun 2018 aku semakin menekuni traveling. Enggak tahu kekuatan dari mana aku sampai mikir " Wah bisa keliling Indonesia seru kayaknya." Padahal keadaannya waktu itu, bisa makan cukup aja puji Tuhan. Mumpung menghayal itu enggak perlu biaya aka gratis, ya aku sih halu aja.

Semesta mendukung, enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba ada promo buat jadi member maskapai Sriwijaya. Namanya Sriwijaya Pass ( Sjpass) dengan kartu sakti ini, pemiliknya bisa terbang sepuasnya di destinasi yang dilewati rute maskapai Sriwijaya cukup dengan membayar biaya member setahun dan biaya pajak lainnya. Awalnya ragu dan bingung duit dari mana, tapi adikku nawarin  credit card (CC) nya. Enggak nolak dong,  ya udah nekad saja dulu.

Memang kalau rejeki enggak kemana, akhirnya pertengahan tahun 2018-2019 bisa keliling Indonesia naik pesawat tapi biaya murah. Ya meski banyak yang belum dijelajahi juga, tapi bisa kelilingin 22 provinsi aja udah keajaiban untuk aku sih. Teman-teman aku sampai gemes dan ngirain aku orang kaya karena sudah ke sana ke sini, padahal mereka enggak tahu betapa gembelnya diriku. Hahaha

Kembali ke CC, cicilan bisa dibayar dengan baik. Bahkan aku dapat uang lebih karena menangin dua lomba artikel traveling dan giveaway. Intinya aku balik modal bahkan berlebih, berbekal kenekatan itu.

Well, aku cerita ini bukan untuk pamer, yang aku ingin bagikan adalah berawal kenekatan justru aku makin berani dalam meraih mimpi. Maksudnya coba kalau waktu itu aku kebanyakan mikir sana sini. Kebanyakan takut ini itu. Pasti enggak bakalan jadi beli, dan akhirnya menyesal seperti kembaran aku. Apalagi di tengah pandemi sekarang, jadi aku bisa dibilang cukup puas jalan-jalan setahun. Jadi kalau 2020 belum bisa kemana-mana, ya anggap aja memang waktunya rehat. Yang aku mau bagi, kalau kamu punya impian ya pikir dan tulis saja dulu, masalah nanti terwujud atau enggak urusan belakang. 

Berbekal keajaiban SJPass ( yeah i called it a miracle)  impian aku untuk keliling dunia kembali bangun dari alam bawah sadarku. Kali ini menjadi sesuatu yang lebih terarah supaya bisa lebih mudah digapai. So this is my bucket list travel. Sebut saja lima tahun ke depan keliling lima benua! Ada amin saudara?


1. EROPA ( JERMAN)

Jerman jadi urutan pertama, targetnya Natal 2021 bisa dirayakan di Jerman. Woww visioner sekali. Hahaha. Soalnya mumpung adik lagi kuliah di sini. So Jerman menjadi tujuan utama wisata di 2021. Pasti biayanya enggak sedikit. Makanya aku sudah mulai menyisihkan uang dari sekarang.

Selain karena adik yang sedang kuliah di Jerman, alasan lain aku pengen ke Jerman karena penasaran akan kebudayaan Jerman terkhusus untuk musiknya. Kenapa? Sebagai orang batak pasti paham ini, soalnya misionaris yang berhasil menginjili di tanah Batak, Nommensen berasal dari Jerman. Lalu enggak sengaja pas lagi jalan-jalan di Museum  Angkut Malang, aku denger musik Jerman, mirip dengan nuansa musik dari buku Ende ( buku kidung nyanyian di gereja HKBP). Dari situ aku baru ngeh, ternyata ada nuansa Jerman di lagu yang aku nyanyikan. Jadi penasaran dengan aslinya.

2. AFRIKA ( HOLY LAND TOUR)

Urutan kedua, yang harusnya jadi yang pertama. Eh tapi awalnya ini justru enggak masuk di list aku. Tapi karena emak pengen banget ke Yerusalem, jadi aku masukin Holy Land Tour sebagai bucket list tahun 2022. Dari dulu enggak pernah masukin ini soalnya sadar diri, biayanya mahal sekali. Aku tidak sanggup! Holy land tour ini sendiri terdiri dari beberapa paket berdasarkan durasi dan negara yang dikunjungi. Semakin lengkap ya semakin mahal. Jadi negara yang di kunjungi seperti Yordania ( ini ada di Asia sih), ada Mesir juga ( nah ini itungannya Afrika dong). Intinya negara-negara yang punya kaitan dengan kehidupan tokoh di Alkitab. Jadi holy land tour ini semacam perjalanan ziarah.

Setelah pikir ini itu dan lain-lain.  akhirnya masuk dalam bucket list travel terdekat. Soalnya selama backpacker keliling Indonesia aku cenderung menikmati perjalanan sendiri. Nah mikir, mungkin sudah saatnya berbagi perjalanan dengan emak yang sudah makin renta. Takutnya makin lama emak makin enggak kuat jalan jauh. Jadi aku berharap sekali holy land tour bisa terealisasi di tahun 2022.


3. ASIA ( ASIA TENGGARA)

Harusnya keliling Asia Tenggara jadi bucket list travel tahun 2020.  Apadaya Corona melanda, ambyar semua rencana yang sudah disiapkan dari tahun lalu ini. Ya baru mulai melebarkan sayap traveling ke Luar Negeri, Asia Tenggara langsung jadi tujuan utama. Apalagi kalau bukan karena biaya yang terjangkau dan enggak perlu ribet urus visa.  Harusnya mau road trip bareng kembaran di bulan Mei, tapi ya belum rejeki.  Harapannya semoga trip ini bisa dijalankan antara tahun 2021-2022. Tapi ya lihat situasi saja nanti gimana.

4. AUSTRALIA ( NEW ZEALAND)

Benua ke-empat, Australia. Road trip pake Camper Van, sudah jadi impian tiap lihat postingan traveler panutan yang membagikan pengalamannya keliling New Zealand pakai Camper Van. Mulai belajar nyetir menjadi salah satu langkah aku buat bisa segera wujud-in keinginan ini. Kayaknya seru banget pindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan Camper Van yang udah didesain kayak rumah. 

Sedikit pengalaman, dulu pernah nekad dong, motoran dari Jawa Tengah sampe Lombok. Mampir di tempat-tempat wisata seperti Museum Angkut dan Bromo di Malang, Pantai Papuma di Jember, Kawah Ijen dan kawah Wurung di Banyuwangi lanjut Bali dan sampai Lombok. Capeknya enggak usah ditanya tapi nagih euy. Sepertinya aku memang suka traveling tipe road trip. Rasanya lebih selow dan menikmati perjalanan aja. Berhubung faktor usia dimana sekarang tubuh makin cepat lelah, road trip pakai mobil kayaknya lebih bersahabat untuk kesehatan. 

5. AMERIKA ( MEKSIKO)

Terakhir, hemmm kalau ingat postingan aku tentang film Coco. Di situ aku sempet bahas sedikit tentang setting tempat dan kebudayaan yang jadi latar belakang film Coco, yaitu Meksiko. Woahh langsung jatuh cinta sama negeri ini dong. Padahal sebelumnya aku takut karena sering dengar tentang Raja kartel narkoba. Ya meksiko memang terkenal dengan gembong narkoba.

Cuma hal itu semua langsung sirna pas aku nonton film Coco. Ya mau gimana lagi di situ visualnya menyajikan kebudayaan Meksiko yang sangat menarik. Berharap sih ke sini pas lagi ada  perayaan peringatan orang mati dan lihat langsung ofrenda (altar) yang dihiasi seperti yang ada di film Coco.

Inilah kurang lebih bucket list travel aku. Kelihatan sekali aku sangat halu. Hahaha. Ya namanya juga impian, yang penting nulis dulu, even enggak tahu bakalan bisa dicapai semua atau enggak, yang penting halu dulu. Siapa tahu nanti kejadian kan, who knows? Targetnya yang penting keliling lima benua dulu. Biar lengkap kalau mau pamer.😂


Semestakung,

-MRS-





Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Selamat Malam,

Para Pencinta Film

Menjawab tantangan #KUBBU30HMC dengan tema "Film Favorite" awalnya aku bingung mau bahas apa, soalnya aku cenderung suka lupa sama jalan cerita film yang sudah aku tonton. Cuma ada satu film yang berkesan dan membekas banget di aku. Film itu berjudul "Coco".

Iya enggak salah, Coco yang film animasi. Aku memang suka banget film animasi, rasanya imajinasi enggak memiliki batasan. Hal itu juga yang ada di film Coco.

Film Coco sendiri berlatar belakang keluarga Meksiko. Bercerita tentang anak kecil bernama Miguel, yang bercita-cita menjadi musikus. Dia suka bernyanyi dan bermain gitar, impiannya ingin menjadi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz

Namun sayang sekali keinginannya menjadi musikus ditentang habis keluarganya yang semua bekerja sebagai pembuat sepatu. Bagi keluarga ini, menjadi penyanyi dianggap sebuah kutukan, karena kakek buyutnya yang meninggalkan Coco (neneknya Miguel) demi menjadi seorang musikus.

Tapi darah seni terus membuncah didiri Miguel, keinginannya menjadi penyanyi membuat dia nekad mencuri gitar di makam de la Cruz pada perayaan Hari Orang Mati, yang membuatnya terdampar ke dunia orang mati. 

Untuk keluar dari dunia orang mati, Miguel harus meminta restu dari keluarganya yang sudah meninggal, sembari mencari cara bagaimana dia bisa menekuni musik tanpa harus melukai hari keluarganya, terutama orangtua dan neneknya. Petualangan pun dimulai, di sinilah bermunculan hal-hal yang sederhana tapi sarat makna. 

Selama nonton aku sendiri terkagum-kagum akan penggarapan yang memanjakan penonton baik visual maupun audio. Animasinya seolah-olah nyata disertai musik live yang jadi salah satu adegan. 

Dibalik semua kelebihannya, mungkin alasan kenapa aku berkesan dan relate banget sama film ini karena aku nonton film ini sekitar dua bulan setelah kepergian bapak. Jadi pas banget gambarin tentang kehidupan orang mati yang dipercayai orang Meksiko.

Jadi di film ini diceritain kalau orang mati itu punya dunianya sendiri dan hampir sama seperti waktu hidup. Di dunia inilah mereka tinggal, dan akan abadi selama orang atau keluarga yang masih hidup terus mengenangnya. 

Jadi film ini kayak semacam penguatan untuk aku secara pribadi. Seolah-olah film ini menasehati "Enggak apa-apa bapak pergi, yang penting kamu (keluarga) tetap mengenang dan selalu mengingat bapak" .


Thanks Pixar,

-MRS-



Share
Tweet
Pin
Share
8 komentar
Selamat Malam,
Para Pejuang Kenangan



Waktu baca tema ini aku bingung mau nulis tentang apa. Secara aku bukan tipe orang yang suka mellow dan mengenang sesuatu. Jadi kalaupun aku mengenang sesuatu kemungkinan itu hal yang sangat membekas dan udah enggak mungkin terjadi lagi. Well, kenangan bersama bapak mungkin satu-satunya yang aku ingat. Meski enggak banyak juga. So, meski berat aku mau cerita kenangan yang membekas antara aku dan bapak.

Kalau diinget-inget sedih juga, karena cuma ada sedikit kenangan indah bareng bapak. Setelah bapak enggak ada baru menyesal. Kenapa dulu enggak banyak ngobrol, atau foto atau sekadar rajin menelpon.

Sejak tinggal berjauhan ama bapak memang hubungan kami juga sempat menjauh. Khususnya aku. Kelas 2 SMA bapak udah harus pergi ke kota lain untuk cari nafkah demi menghidupi kami anak-anaknya. Bapak di Jawa Tengah, kami di Lampung. Keterbatasaan komunikasi karena hape masih susah dimiliki juga jadi salah satu alasan.

Selain itu, kenangan aku yang banyak mengingat hal menakutkan tentang bapak, bikin aku jadi sosok yang enggak terlalu dekat ama bapak. Lebih ke arah takut sih. Soalnya waktu kecil, bapak memang galak dan displin banget ke anak-anaknya.

Seiring berjalannya waktu, aku yang ngekost kuliah sambil kerja jarang banget berkomunikasi ama bapak. Kesibukan aku jadikan alasan jarang mengangkat telpon dari bapak. Kalaupun diangkat kami hanya berbicara sebentar, sekadar menanyakan kabar. Dulu bapak sering bilang, "Asalkan aku dengar suara kalian aku udah senang". Ya sesederhana itu kebahagiaan bapak, tapi aku yang enggak peka ini hanya sambil lalu mendengarnya.

Lulus S1 dan beberapa tahun aku putuskan untuk lanjut S2 di Ibukota. Aku kabarin bapak mau lanjut sekolah, waktu bapak denger itu ada rasa bangga aku terdengar dari nada bicaranya. Meski diam sesaat dan bertanya, " tapi duitmu darimana inang, bapak enggak ada uang". Aku yang udah menabung dari hasil kerja dengan pede menjawab, " Udah tenang aja pak, kan ada Tuhan ini." 

Ternyata berat ya kuliah sambil kerja (lagi) di ibukota. Rasanya lebih berat. Lamar kerja sana sini. Wawancara sana sini. Sampai ketika aku udah nyerah, sepulang dari wawancara aku yang putus asa menelpon bapak. Saat itu melalui telpon aku ceritakan keadaanku, aku menangis bapakpun menangis. Mungkin ini kenangan paling indah antara aku dan bapak. Ya kami menangis bersama. Kalau aku ingat-ingat lagi, aku kaget juga sih, kenapa bapak ikut nangis juga, tapi karena itu juga aku lega. Aku rasa ada orang yang mengasihiku. Lebih dari cukup untuk memberi tenaga baru.

November 2016, Aku lulus S2, bapak ke Jakarta dan menyaksikan aku wisuda. Meski belum mampu memberikan tempat tinggal yang nyaman, tapi bapak yang sederhana dan selalu bersyukur menikmatinya. Aku bersyukur kami sempat jalan-jalan bersama. Dihari bapak kembali ke rumah, sambil menyatakan rasa syukur dan bangga karena  aku berhasil selesai kuliah, bapak mencium keningku di stasiun. Aku malu.

Lain waktu dan kisah, saat kerja di kota lain. Aku yang mulai nyaman, lupa lagi dengan keadaan bapak. Pagi itu, telpon berdering dan tertulis nama "Babe". Aku kaget ditelpon sepagi itu. Tak lama berbicara, bapak menangis. Hatiku hancur. Sosok bapak yang kuat ternyata butuh sandaran juga. Kami (kembali) menangis bersama. Hatikupun juga lega. Paling enggak bapak ada teman menangis.

Waktu berlalu, perjuangan kami masing-masing di tempat terpisah. Aku punya rahasia yang belum bisa aku kasih tahu ke bapak. Oktober 2017, Lombok pagi itu indah. Lagi-lagi aku kaget bapak menelpon pagi-pagi. Padahal malamnya kami habis teleponan. Suara disebrang terdengar suara bapak kesakitan, jantungnya sakit. Penyakitnya kambuh. Aku masih tenang. Tak lama aku menelpon lagi, dokter bilang bapak sudah enggak ada.

Hanya penyesalan yang ada, harusnya malam itu aku bilang " Aku sayang bapak". 

Meski aku tahu bapak sudah tahu itu. 



Anakmu,
-Melati Raya Sihotang-
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar

Hai Guys,

How's your life? 

 

Hari kedua tantangan dari 30 Hari bercerita KUBBU dengan tema "5 Hal yang Membuat Kamu Bahagia". Sebelumnya udah kepikiran mau nulis A, B, C, D dan E...tapi setelah baca beberapa blog temen yang udah posting duluan jadi ragu. Hahaha. Soalnya yang lain tulisannya pada 'dalem' banget sedangkan aku receh banget. Wkwkwk.


Well, aku memang tipikal cewek yang cepet banget ketawa.  Liat muka orang yang lucu aja udah cukup bikin aku bahagia. Jadi aku mikir, kenapa aku kog jadi orang yang mudah banget ketawa. 


Lalu pemikiran ini membawa aku (ciyeee) pada pengalaman-pengalaman lama yang terjadi selama aku hidup di dunia ini. ( Serius nulis gini aja aku ketawa coba...). Ya selain memang faktor genetika dimana bapak aku suka bercanda. Aku memang memilih untuk selalu bahagia dalam situasi apapun.


Tulisan yang bilang, " Don't let other steal  your happiness" selalu terngiang ketika aku menghadapi persoalan hidup. Jadi aku selalu berusaha untuk enggak disetir orang lain kapan aku harus bahagia. Atau tiba-tiba jadi badmood karena orang lain. I won't! Hal ini pun enggak tiba-tiba bisa terjadi gitu aja. Ada waktu berproses dan banyak pemikiran yang harus aku latih biar bisa jadi pribadi seperti saat ini. Pemikiran itu antara lain;


BERSYUKUR, PIKIRKAN HAL-HAL BAIK

Apa yang bisa aku syukuri sejak bangun tidur. Pagi ini aku bersyukur masih bisa bangun dalam keadaan sehat. Walau mikir " wah kudu siap-siap kerja lagi nih...". Terus ngaca dan lihat rambut keritingku ter-define dengan baik dan pas lihat muka aku berseru " yeayy jerawatku mulai kempes" . Buka pagar rumah yang berat banget tapi bisa mandangin kebun dan menghirup udara yang segar khas pegunungan. Tinggal pilih aja, kita mau berkutat di hal yang menyebalkan atau menikmati hal-hal yang lebih menyenangkan. Nah aku pilih hal yang aku bisa nikmati, kebayang dong aku ngeluh capek kerja, padahal banyak orang di luar sana yang lagi susah bahkan di-pehaka di masa pandemi ini.


SEMUA ORANG PUNYA MASALAH!

Sebagai mahluk sosial berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang pasti kita lakukan, enggak usah jauh-jauh di mulai dari keluarga, atau teman kost, teman kerja yang tinggal bareng di mess dan sebagainya. Kita enggak tahu hal apa yang dialami teman sekitar kita. Jadi, ketika dimasa sulit, kita cenderung menjadi sosok yang menyebalkan untuk orang lain. Kadang perlakuan orang lain bisa bikin tersinggung atau sakit hati walau kelihatannya sepele. 


Kalau bermasalah sama orang lain, biasanya aku langsung mau bete , tapi sekarang belajar  dan berpikir  "mungkin orang ini lagi ada masalah berat " sehingga  memicu orang tersebut melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.  So i try to be in her/his position, ya jadinya aku belajar lebih sabar dan peka akan keadaan sekitar. So jadi gak mudah marah, ujung-ujungnya hati aku damai, enggak kudu badmood seharian.


ADA MASALAH PASTI ADA SOLUSI

Aku juga belajar percaya, setiap masalah pasti ada solusi. Masalah juga diperlukan untuk membentuk pribadi dan mental seseorang. Ya meski aku tipikal orang yang enggak kuat nahan beban berat, makannya kadang aku kabur dari masalah sebentar dengan pilih liburan atau melakukan hal yang aku suka. Nanti pas udah refresh tiba-tiba ada solusi yang kog ya baru kepikiran. Selain itu diskusi atau curhat sama sama orang lain yang aku percaya adalah jalan ninjaku. 


PERLUAS DUNIAMU, PELAJARI SKILL BARU

Untuk bisa mencari solusi yang kreatif dan menyegarkan, mempelajari ilmu baru adalah hal yang biasanya aku coba. Apa hubungannya coba? Yups, misal, aku belajar masak, aku jadinya belajar lebih sabar, belajar lebih teliti dan belajar untuk gak mudah menyerah meski masak gagal terus. Hehehe. Selain itu belajar hal baru bisa jadi saat recharge dan meningkatkan skill kita. Percayalah saat skill kita bertambah dan membaik maka rasa kepercayaan diri itu akan tumbuh.  Selain itu, mempelajari banyak hal membuat kita enggak mau buang-buang waktu di satu permasalahan saja. Kita jadi pribadi yang lebih menghargai waktu dan diri sendiri. Baidewei, selama pandemi ini aku belajar nyetir, belajar masak, belajar bahasa inggris, dan banyak hal lainnya yang bikin otak lebih fresh meski gak bisa travelling dulu. Otak yang fresh dan perasaan berharga ini bikin aku enggak mudah tersinggung dan lebih produktif ketimbang marah-marah enggak jelas.


CINTAI DIRIMU, KELUARGAMU DAN TUHANMU


Semua hal di atas aku rasa harus diakari dengan rasa cinta terhadap diri sendiri dulu. Cinta terhadap diri sendiri ini biasanya bisa kamu peroleh kalau kamu udah mencintai Tuhanmu dulu.  Mencintai Tuhanmu bisa kamu dapatkan dari mencintai keluargamu. Eh apa sih ini bingung mau jabarinnya. Wkwwk.


Sederhananya, aku pernah melewati masa sulit yang bikin aku enggak cinta akan keberadaanku sendiri, berdoa dan nangis adalah hal terakhir yang bisa aku lakukan. Karena mentok enggak tahu mau ngapain lagi, akhirnya aku tersadar kalau aku dicintai oleh-Nya dan aku berharga di mata-Nya. Jadi aku lebih rajin ngobrol dan curhat, dari sini aku menjadi lebih mencintai diriku sendiri. Akhirnya akupun sadar, kalau Tuhan kasih perlindungannya melalui keluargaku, entah itu dalam kasih sayang atau pertengkaran. 


JADI BAHAGIA ITU KETIKA AKU


Sadar bahwa hidup pasti ada susah ada senang. Waktunya bahagia ya tertawa. Waktunya sedih ya nangis. Cuma kalau bisa porsi ketawanya yang dibanyakin.


Terakhir, belajar dari anak-anak yuk, yang abis berantem ama temennya eh lima menit kemudian udah ketawa bareng lagi. 


Less worry more happy!


Nb: Kenapa artikel ini jadi sangat serius bagiku, padahal awalnya mau nulis yang ringan dan sederhana aja. Tuh kan belibet sendiri bahasanya.


Cheer Up,

-MRS-

Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar

Melati Raya Sihotang

Hai Guys....

Memenuhi challenge hari pertama dari  30 Hari Menulis Cerita yang diinisiasi KUBBU. kali ini aku mau bercerita tentang siapakah aku. Yuk kenalan...


Melati Raya Sihotang, nama yang tertera di akte kelahiranku. Enggak ada alasan khusus atas tiga kata di namaku. Nama Melati sendiri diusulkan oleh Bidan yang membantu emak melahirkan. Katanya biar nanti aku jadi orang yang hasea ( berhasil). Kalau Raya katanya karena aku lahir pertengahan bulan puasa ( padahal masih lama itu lebarannya..). Sedangkan Sihotang, sebagai penanda aku orang batak yang bapaknya bernamakan Sihotang.


Sebagai orang yang sok filosofis aku memberi arti akan namaku sendiri. Melati, sebagai bunga bangsa, akupun berusaha menjadi orang yang putih serta suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Raya, sebagai cita-cita aku jadi orang yang kaya raya dan sukses. Jadi orang besar yang harum namanya. Lalu, Sihotang, dalam bahasa batak, hotang sendiri berarti rotan. Jadi aku berusaha jadi orang yang kuat dan teguh pada pendirian yang benar, seumpama rotan yang kuat dan tidak mudah dibengkokan. 

Jadi sebagai wanita bernama Melati Raya Sihotang, aku berharap aku jadi wanita mandiri yang kaya raya dan sukses dan berpendirian teguh namun tetap berhati baik dan lembut ibarat bunga. Eayaakk

Lalu pada kenyataannya?

Masih belajar jadi orang yang menerima kebaikan orang tanpa curiga. Masih mikir gimana caranya jadi orang yang sukses. Masih berusaha untuk gak terlalu mudah dipengaruhi. Masih berusaha jadi wanita yang lebih anggun. Wkwkw.


Kalau kata Shakespeare," Apalah arti sebuah nama?". Bagi aku nama itu identitas. Nama memberi makna akan sesuatu. Aku percaya setiap nama mengandung doa. Jadi walau hingga saat ini aku belum berwujud seperti namaku, aku tetap berdoa dan berusaha, suatu saat nanti nama Melati Raya Sihotang, layak aku pegang. Jadi siapa namamu?


Cheer up,

-MRS-




 

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Hai Guys,
What's Up?



Hai hai bagaimana kabar kalian di era new normal ini...semoga kita semua selalu dalam keadaan baik dan sehat. Rasanya udah pengen keluar dan liburan bareng temen dong ya, eits tapi tahan kalau memang belum perlu-perlu banget tetap di rumah aja masih jadi pilihan pertama yang terbaik biar kurva enggak mendadak naik.

Berhubung gak kemana-mana kali ini aku mau cerita tentang trip November tahun lalu yang belum aku tulis, hahaha. Trip ini sebenarnya iseng aja cuma ngisi jeda waktu pas transit di Jakarta sehabis pergi dari kondangan di Lampung (Gilak jauh bener kondangannya) . Jadi aku yang gak mau rugi udah pergi jauh akhirnya ikutan trip camping ceria di pulau Papatheo yang diadakan komunitas sharecost Backpacker Jakarta (BPJ).

Biasanya selalu sendiri kali ini aku trip bareng kembaran tersayang, Yeayy udah lama banget gak trip bareng akhirnya kesampean jalan bareng lagi.


Perjalanan pun dimulai, Sabtu pagi kamu berdua udah siap pukul 6 pagi, naik KRL dari Tebet ke Kota dan lanjut naik ojol menuju pelabuhan Kaliadem sebagai meeting point.

Pertama kalinya ke Pelabuhan Kali Adem, kaget euy banyak banget manusianya. Sumpah hectic banget. (hemm apa kabarnya pas korona gini) Sembari nunggu peserta lain datang kami pun sarapan dulu dan mulai berkenalan dengan sesama peserta.

Sekitar pukul 8 pagi kami pun diminta untuk bersiap menuju kapal, setelah sebelumnya diberi tiket masuk. Kapalnya cukup besar mungkin bisa menampung sekitar 100an orang. Nah kursinya sendiri adalah bekas kursi pesawat gitu, jadi berasa di dalam pesawat tapi di atas air (lol). Oiya karena perjalanan katanya cukup lama sekitar 4 jam an kami menyiapkan life jacket di deket kami ya buat jaga-jaga aja guys. Begitu kapal mulai berangkat kami pun mulai tidur. Hahaha. Monmaap kami orangnya mabuk laut-an jadi cari aman aja tidur sepanjang perjalanan, jadi gak usah ditanya apa yang kami liat ya. Hehehe



Setelah sekitar 4 jam akhirnya kami tiba di pulau Harapan. Di sini kami turun dan makan siang. Selesai makan siang baru diantar kapal yang lebih kecil untuk memulai petualangan kami. Setelah naik kapal sekitar satu jam-an kami pun berhenti dan snorkling, hem aku lupa apa nama pulaunya. Tapi intinya kapal berhenti di tengah laut dan kami diijinkan untuk menyelam. Selain kapal kami, ada juga banyak kapal lain yang berhenti jadi gak usah ditanya ramenya kayak apa.

Kalau ditanya tentang bawah lautnya, jujur cukup miris, karena sebagian besar atau bahkan hampir semua adalah karang yang udah mati. Kalau udah gini ikan juga sedikit dong. Sebenarnya ini yang bikin dilema ya, pariwisata bagus banyak orang datang bisa jadi income tapi kalau kurang paham cara traveling yang benar jadinya justru merusak. Contoh kecil, harusnya snorkling di spot yang airnya dangkal harusnya enggak perlu pake fin karena bisa secara enggak sengaja ngerusak karang. Atau seharusnya kita gak boleh megang atau nginjak karang, makannya perlu jaga jarak aman. Istilah cukup menikmati dari kejauhan aja. Sayangnya ini semua sulit terrealisasi apalagi melihat animo pengunjung yang mungkin kurang pengetahuan dasar tentang hal ini. Ya termasuk aku juga yang masih harus banyak belajar.

Jadi kalau aku  pikir-pikir di waktu pandemi Corona seperti sekarang memang bisa jadi waktu yang bagus untuk alam istirahat sejenak dari sentuhan manusia.

Eits tapi tenang, walaupun gak bisa lihat karang indah atau ikan warna warni yang rame, aku masih bisa liat banyak bulu babi yang banyak banget, entah apa aku yang selama ini kurang perhatiin atau memang ada macam-macam jenis bulu babi. Buku babi di sini keliatan agak beda dan bagus banget, jadi seneng aja ngeliatinnya meski kudu hati-hati juga takut kena durinya. Oiya jangan ditanya mana gambarnya ya, belum  bisa beli kameranya. Xixixi



Setelah puas snorkling kami disuruh naik kapal dan lanjut ke pulau selanjutnya, lagi-lagi aku lupa apa nama pulaunya. Hehehe. Di pulau ini kami lebih menikmati pantainya foto sana sini dan makan di kedai yang jual gorengan, nikmat banget dong abis basah-basahan makan gorengan yang panas.

Hari semakin sore, kami naik kapal lagi dan akhirnya bener-bener menuju pulau Papatheo, jangan ditanya ya kenapa namanya pulau Papatheo. Di sini kami mulai diriin tenda. Thanks to the team terutama para lelaki yang sigap banget diriin dome, sementara kami para wanita cuma bantu sekadarnya. Tapi beneran kog, ini kayaknya para lelaki yang ikut udah sering naik gunung jadi cepet banget diriin domenya.

Selesai rapihan barang di kami pun bergegas mandi, serius ini mandinya cukup deg-deg an, toiletnya ada di tengah hutan gitu. Tapi yang paling bikin deg-deg an adalah bentukannya yang cuma ala kadarnya bahkan pintunya bisa dibilang enggak ada, untungnya aku bawa kain yang cukup lebar jadi digantung buat jadi pintu buatan. Selebihnya kami pasrah. Hahaha, syukurnya hari udah mulai gelap jadi ya gak parno-parno banget.



Malam harinya kami masak-masak. Lagi-lagi para lelaki sigap buat bersihin ikan dan bakar-bakar ikan, sementara itu para wanita ya asyik ngobrol. Lalu sembari menunggu lauk matang kami juga bermain bermacam-macam permainan.

Ketika ikan bakar akhirnya matang semua, kami pun berkumpul dan membentuk formasi nasi liwet, yups makan bareng ini bener-bener spesial karena semua orang berkumpul makan bareng semua dengan pencahayaan yang temaram ala-ala pendakian.

Selesai makan kamipun masuk sesi perkenalan dengan cara permainan. Karena peserta cukup banyak maka sesi perkenalan selesai hampir jam 12 malam. Seru banget kenal orang baru dengan beragam latar belakang. Selalu perkenalan acara pun selesai dan bebas mau ngapain aja. Ada yang masih ngobrol, dengerin musik, dan yang pasti tidur.


Oiya ternyata nenda di pinggir pantai gak sedingin nenda di gunung, malah cenderung panas, jadi jaket tebel yang aku bawa malah jadi bantal.

Keesokan paginya, aku keliling pantai sambil liat sunrise. Wah fresh banget rasanya. Suasana terasa tenang dan damai banget. Memang ya pantai ini selalu bikin hati bahagia.

Hari pun makin siang, kami sarapan dan mulai beberes. Setelah itu hal wajib yang harus dilakukan adalah foto sana sini. Dari foto sendiri sampai foto keluarga. Hehehe.

Selesai beberes kami pun menuju kapal yang akan membawa kami ke pulau terakhir trip ini, lagi-lagi aku lupa namanya. Hahaha. Ya maap ada 4 pulau yang kami kunjungi masak iya aku inget semua. Di pulau ini lagi-lagi kami foto keluarga. Puas foto kamipun kembali menuju pulau Harapan.



Di pulau Harapan kami makan siang terlebih dahulu, lalu sekitar pukul 1 siang kamipun kembali menuju pelabuhan kali adem.

Nah demikian cerita aku tentang camping ceria di pulau Papatheo. Namanya sesuai sihh dengan apa yang aku dapatkan sepanjang trip ini. Beneran ceria karena ketemu tempat bagus dan temen-temen baru yang baik dan menarik.

Happy Reading, Segerakan Traveling!

MRS


Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar
Newer Posts
Older Posts

Kubbu

Kubbu Network

http://kubbu.net/

https://kubbu.net/wp-content/uploads/2019/06/logo-kubbu-komunitas-blogger-dan-buku-300x225.jpg

Mengenai Saya

Foto saya
mrs.kingdom17
Hiiii... how's your life?
Lihat profil lengkapku

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • Agustus 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Maret 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Oktober 2020 (30)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (3)
  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (4)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Agustus 2019 (3)
  • Juli 2019 (4)
  • Juni 2019 (5)
  • Mei 2019 (4)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (5)
  • Februari 2019 (3)
  • Januari 2019 (4)
  • November 2018 (3)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (3)
  • Juli 2018 (4)
  • Juni 2018 (3)
  • Mei 2018 (3)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (8)
  • Februari 2018 (2)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (11)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (4)
  • September 2017 (1)
  • Agustus 2017 (8)
  • Juli 2017 (4)
  • Juni 2017 (2)

Created with by ThemeXpose